Polisi Buru Pelaku Lain Penyebar Hoaks soal Ustaz di Tambun Utara

27
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGORĀ – Petugas Kepolisian Metro Bekasi berencana mencari tersangka lain dalam kasus penyebaran berita hoaks mengenai teror terhadap seorang ustaz di Tambun Utara, Bekasi.

“Kami sedang upayakan mengejar orang lain yang bertanggung jawab ikut menyebarkan kabar hoaks tersebut. Kemungkinan ada tersangka lain,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Rizal Marito, Jumat (22/2/2018).

Kepolisian sebelumnya mengamankan seorang warga Tambun Utara berinisial S untuk dimintai keterangan.

Dalam berita yang disebar melalui WhatsApp grup RW tersebut, berita mengenai kasus di Tambun Utara berbeda dari kenyataan.

Dalam berita tersebut, disebutkan ustaz dianiaya pelaku. Kemudian pelaku membawa senjata tajam serta menggunakan atribut PKI.

Kenyataannya, tidak ada penganiayaan, tidak ada senjata tajam, dan tidak ada atribut PKI.

“Setelah mendapatkan keterangan, hari ini kami tetapkan sebagai tersangka. Ini agar menjadi pembelajaran bagi siapa saja yang gemar menyebarkan hal yang tidak benar dan menimbulkan keresahan,” ucapnya.

Sebelumnya, beredar kabar seorang ustaz di Tambun Utara mendapatkan teror. Kabar di media sosial itu bahkan menyebut para peneror membawa senjata, beratribut PKI, dan telah menargetkan sang ustaz.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, tidak ditemukan senjata, atribut PKI, atau daftar nama ustaz yang jadi sasaran dalam tas orang tersebut.

Pelaku hanyalah orang yang meminta dana untuk hidup dari masjid ke masjid. Pelaku marah dan memaki-maki karena tidak diberi uang oleh sang ustaz.

Pemeriksaan lebih lanjut, pelaku, MFW (39), merupakan penculik dan pelaku pencabulan terhadap seorang remaja WN (15) yang ia ajak berkeliling meminta dana. Pelaku saat ini ditahan polisi.(Kompas.com) (Muhammad Fadhil)