Operasi 10 Hari, Polres Bogor Tangkap 89 Orang Gila

32
0

BHARATANEWS.ID | BOGORĀ – Polres Bogor menjaring orang dengan gangguan jiwa yang berkeliaran di jalanan. Dalam 10 hari, jajaran polsek di Kabupaten Bogor mengamankan lebih dari 80 orang gila.

“Dalam kurun waktu 10 hari, polisi berhasil mengamankan sekitar 89 orang dengan gangguan jiwa,” kata Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky Pastika lewat keterangan tertulisnya, Kamis (22/2/2018).

Operasi 10 Hari, Polres Bogor Tangkap 89 Orang GilaFoto: Dok. Polres Bogor

Patroli dan penjaringan orang gila ini dilakukan bersama tokoh agama, Satpol PP Kabupaten Bogor, dan Dinas Kabupaten Bogor. Tim gabungan ini kemudian memandikan, mengganti baju, memberi makan hingga akhirnya menyerahkan kepada Dinsos Kabupaten Bogor.

“Pelaksanaan penjaringan terhadap orang dengan gangguan jiwa tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri (persekusi) di tengah masyarakat. Serta memberikan rasa tenang di tengah masyarakat dan membuktikan bahwa isu yang beredar selama ini adalah tidak benar (hoax),” ujar Dicky.

Dicky tak memungkiri, isu penyerangan ulama oleh orang gila menimbulkan kecemasan di masyarakat. Masyarakat menjadi merasa bahaya bila ada orang gila berkeliaran. Dicky meminta masyarakat lapor ke polisi terdekat jika merasa khawatir.

Dia juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu yang tak jelas kebenarannya. Dicky mengatakan akan menindak tegas penyebar hoax.

“Sampai saat ini polisi sudah menindaklanjuti 7 kasus yang berkaitan dengan orang dengan gangguan jiwa yang jadi isu di medsos yang meresahkan masyarakat Kabupaten Bogor, seperti di Babakan Madang, Cigudeg, Cileungsi, Caringin, dan Ciawi,” ucapnya.

“Namun setelah ditelusuri ternyata isu penyerangan terhadap tokoh agama yang diduga dilakukan oleh orang dengan gangguan jiwa tersebut terbukti tidaklah benar (hoax),” sambung Dicky.

Operasi 10 Hari, Polres Bogor Tangkap 89 Orang GilaFoto: Dok. Polres Bogor

Satu orang yang alami gangguan jiwa jadi korban kekerasan karena hassutan dari seorang oknum dari salah satu ormas. Orang gila tersebut disebut antek dari organisasi terlarang. Saat ini polisi tengah menangani kasus terkait penyebaran informasi palsu soal penyerangan ulama oleh orang gila di Kabupaten Bogor.

“Dari 7 isu yang beredar hanya 1 kasus yang ditangani oleh kepolisian yakni yang terjadi di Cileungsi pada tanggal 10 Februari 2018 yang lalu. Sampai saat ini kepolisian masih melakukan penyidikan terhadap 6 orang pelaku yang terlibat dan terjerat dengan pasal Undang-Undang ITE dan KUHP,” ungkap Dicky.(Detik.com) (Muhammad Fadhil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here