3 Cara Merawat Rambut Bagi Hijaber

38
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Perawatan rambut bagi perempuan yang mengenakan hijab atau jilbab sedikit berbeda dengan perawatan rambut perempuan pada umumnya. Di satu sisi, menggunakan jilbab memiliki kelebihan karena rambut terlindungi dari paparan matahari dan polusi. Namun di sisi lain, rambut serta kulit kepala ditutup dan diberi tekanan sepanjang hari, yang akhirnya dapat menjadi penyebab kerusakan tersendiri.

Desainer fesyen, Nabila Hatifa bercerita bahwa sejak ia menggunakan jilbab, rambutnya jadi lebih sering rontok. Apalagi ketika ia beraktivitas sepanjang hari, yang mengharuskannya mengikat kencang rambutnya dan mengenakan ciput dari pagi hingga sore.

“Jadinya pas dibuka waktu malam hari, kepala sempat pusing, dan banyak rambut yang lepas,” ujar Nabila bercerita di Jakarta, pada Kamis (22/2).Untuk memastikan bahwa rambut tetap sehat walaupun menggunakan hijab sepanjang hari, ahli kesehatan rambut, dr Gloria Novelita memberikan beberapa tips.

1. Ganti gaya tata rambut di bawah hijab tiap hari

Menurut Gloria, penggunaan hijab dapat mempengaruhi rambut bukan karena hijabnya itu sendiri, namun karena gaya penataan rambut di bawah hijab. Biasanya, agar hijab terlihat rapi dan mengembang, rambut diikat atau dicepol dengan kuat. Padahal, hal ini buruk bagi kesehatan kulit kepala.

“Penggunaan dalaman atau ciput yang terlalu ketat dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan hair traction, tekanan di akar dan folikel rambut,” ucap Gloria pada sebuah talkshow di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (22/2).

Bila hal ini berlangsung terus-menerus, resiko kerontokan rambut akan semakin parah. Oleh karena itu, Gloria menyarankan para pengguna hijab untuk menata rambutnya dengan cara yang berbeda-beda tiap hari, sehingga tekanan tidak menetap di satu titik.

Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengikat rambut lebih atas di hari pertama, mengikat rambut di sisi kepala yang lebih rendah pada hari kedua, kemudian ikat cepol di samping kepala pada hari ketiga.

2. Gunakan bahan inner jilbab yang ‘breathable’

Gloria juga merekomendasikan pengguna hijab untuk memilih ciput atau dalaman yang terbuat dari katun atau sutra. Intinya, pilih kain yang ‘breathable,’ sehingga udara bisa masuk. “Jangan lycra ataupun polyester,” ucap Gloria.

Menggunakan dalaman jilbab dengan bahan yang kedap udara akan menghambat sirkulasi udara di antara helai-helai rambut dan kulit kepala. Akibatnya, rambut dan kulit kepala menjadi lembab. Jika bermasalah dengan ketombe, hal ini akan semakin memperparah kondisi rambut.

“Ujung-ujungnya bisa jadi semakin rontok,” kata Gloria.

3. Pilih produk perawatan rambut yang sesuai

Jika menggunakan jilbab membuat rambut lebih mudah lembab dan berminyak, pilihlah produk perawatan rambut yang menargetkan masalah-masalah tersebut. Begitu juga dengan masalah ketombe atau rambut rontok.

“Jika rontok, pilihlah perawatan rambut yang mengandung bahan aktif yang mencegah rambut rontok,” ucap Gloria.Gloria juga mengatakan bahwa mencuci rambut bergantung pada kondisi kulit kepala. Jika menggunakan jilbab, ditambah aktivitas fisik yang dilakukan cukup banyak membuat kulit kepala semakin berkeringat, mencuci rambut tiap hari tidak masalah.

Namun jika aktivitas fisik termasuk normal dan rambut tidak terasa kotor tiap hari, mencuci rambut dua hari sekali juga tidak apa-apa.

Pada akhirnya, kesehatan rambut tidak hanya didukung dari faktor internal seperti perawatan dan penataan rambut, namun juga faktor internal. Asupan nutrisi dan stress merupakan dua hal utama yang mempengaruhi kesehatan rambut. Walau menggunakan hijab, jika rambut dirawat baik, asupan nutrisi cukup, dan stress dapat dihindari, rambut akan tetap sehat.

(Cnn Indonesia) (wafi)