Tips Kece Memotret Perayaan Cap Go Meh

43
0

BHARATANEWS.ID | BOGORĀ – Tahun baru Imlek tahun ini jatuh tanggal 16 Februari 2018, tapi perayaan dan acara sembahyang Imlek akan berlangsung selama 15 hari. Hari pertama sampai ketiga merupakan hari yang meriah, tapi bukan hanya sampai hari ketiga saja, perayaan akan memasuki puncak kembali di hari ke-9 saat umat bersembahyang ke Thi Khong (Jing Tian Gong/Tuhan) dan hari terakhir atau yang ke-15 terkenal dengan sebutan Cap Go Meh.

Bagi penggemar fotografi, memotret kebudayaan Tionghua tentunya sangat menarik, selain fotogenik karena perayaan ini banyak mengunakan warna merah dan kuning/emas, juga banyak asap dari hio/dupa yang membuat suasana yang dramatis.

Bagi yang belum sempat memotret di awal-awal Imlek, masih berkesempatan untuk memotret sampai Cap Go Meh yang jatuh tanggal 2 Maret 2018. Di beberapa kota di Indonesia, perayaan Cap Go Meh akan diadakan besar-besaran seperti di kota Bogor dan Singkawang, Kalimantan Barat.

Khususnya kota Singkawang, perayaan Cap Go Meh adalah yang terunik didunia karena akan ada pawai para Tatung (manusia yang kerasukan roh halus /dewa) sehingga memiliki kekuatan supranatural seperti kebal senjata tajam.

Memotret suasana Imlek bisa dilakukan di kelenteng-kelenteng di sekitar kota kita. Cari taulah apakah ada perayaan / pawai Cap Go Meh di kelenteng-kelenteng dalam kota atau kota tetangga. Secara teknis, cobalah memotret dengan shutter yang cukup cepat, (1/125 – 1/500 detik) tergantung seberapa cepat gerakan subjeknya, lensa yang cocok untuk foto pawai dan dalam keramaian adalah lensa menengah-tele seperti 24-120mm atau 18-135mm. Usahakan tidak banyak mengganti-ganti lensa karena Anda bisa kehilangan momen.

Foto: Enche Tjin

Potretlah dengan berbagai sudut pandang, lebar untuk menceritakan suasana keseluruhan, standar/medium shot untuk memotret interaksi, dan telefoto untuk menangkap portrait dan detail.

Jangan terlalu fokus ke detail atau ke suasana yang lebar saja, tujuannya supaya foto-fotonya yang dibuat lebih bervariasi dan bisa dirangkai dalam bentuk cerita (Photo Story).

Memotret di sore hari atau malam juga menarik, karena cahaya api dari lilin dan lampion-lampion akan terlihat lebih indah di malam hari. Saat cahaya berkurang, mengunakan lensa fix berbukaan besar seperti lensa 50mm f/1.8 atau f/1.4 akan sangat membantu untuk mengumpulkan cahaya dan sekaligus membuat bagian yang tidak fokus menjadi blur.

Dengan lensa bukaan besar, ISO jadi tidak perlu terlalu tinggi sehingga kualitas gambar terjaga dengan baik.

Saat memotret di keramaian, waspadalah, biasanya pencopet senantiasa mengintai. Usahakan barang berharga seperti dompet dan ponsel disimpan di dalam tas dengan aman. Hindari meletakkan barang berharga di kantong celana, terutama bagian belakang. Tidak jarang saya mendengar ada yang kecopetan saat keasyikan memotret. (Detik.com) (Muhammad Fadhil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here