Pelaku Pelemparan Mahasiswi ke Sungai Akui Semua Perbuatannya

33
0

BHARATANEWS.ID | BOGORĀ – Polisi menggelar rekonstruksi kasus pelemparan mahasiswi UNS ke Sunan Opak dari atas Jembatan Kretek, Bantul. Sebanyak 10 adegan diperagakan oleh dua tersangka secara detil. Kedua pelaku mengakui semua perbuatannya itu telah direncanakan.

Rekonstruksi ini digelar di Mapolres Bantul di Jl Jenderal Sudirman, Kamis (22/2/2018). Dua tersangka dalam percobaan pembunuhan ini dihadirkan oleh penyidik. Kedua tersangka, yakni Abdurrahman Ash Shiddiq dan Yongki Ramadan, warga Klaten. Sedangkan korban yakni Septiana Kholifah, mahasiswi UNS tidak ada saat rekonstruksi berlangsung.

Ada 10 adegan rekonstruksi yang dilakukan kedua tersangka. Polisi memastikan kasus pelemparan mahasiswi UNS ke Sungai Opak dari atas Jembatan Kretek Bantul, Senin (29/1) lalu terencana. Kedua tersangka kepada polisi juga mengakui perbuatannya.

“Ya (terencana), karena berdasarkan hasil pemeriksaan juga mereka (kedua tersangka) mengakui semua perbuatannya,” kata Kapolsek Kretek, Kompol Leo Fasak kepada wartawan sesuai menggelar rekonstruksi di Mapolres Bantul.

Dalam rekonstruksi yang digelar Polsek Kretek, Polres dan Kejari Bantul ini kedua tersangka memperagakan sepuluh adegan. Dari adegan yang diperagakan tersebut, diketahui bahwa memang keduanya merencanakan pembunuhan secara matang.

“Sudah dari awal (direncanakan), mereka mau ke Yogyakarta itu awalnya merencanakan di sana (Klaten). Eksekusi perencanaannya di Bantul (Jembatan Kretek),” ungkapnya.
“Peran kedua tersangka pasti tidak sama, karena si Shiddiq yang mengajak si Yongki untuk ke Yogyakarta bertiga (dengan korban),” lanjutnya.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, lanjut Fasak, memang diketahui antara kedua tersangka dengan korban pernah memiliki hubungan. Hubungan tersebut terjalin sejak SMA. Setelah lulus SMA komunikasi di antara mereka juga terus berlanjut.

Namun, hubungan antara tersangka dengan korban menjadi kurang harmonis. Hal itu disebabkan karena korban meminta Shiddiq bertanggung jawab atas kehamilannya.

“Ya mungkin merasa (malu), yang jelas tidak mau bertanggung jawab, terutama atas perbuatan keduanya itu. 30 minggu (usia kandungan) pada saat (korban) ditemukan itu,” pungkasnya.(Detik.com) (Muhammad Fadhil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here