Emak-Emak Diseret Buaya Usai Mandi di Sungai Batanghari

45
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Peristiwa heboh nan mengerikan baru saja menimpa warga Desa Pulau Jelmu di Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Seorang emak-emak bernama Hofsah dikabarkan hilang diseret buaya usai perempuan 53 tahun itu selesai mandi di pinggir sungai Batanghari yang melintas di desa itu.

Berdasarkan informasi warga, peristiwa itu terjadi pada Sabtu pagi, 17 Februari 2018 sekitar pukul 08.00 WIB. Sebelum kejadian, Hofsah tengah berada di pinggir sungai Batanghari bersama seorang temannya. Saat itu ia baru saja mandi di pinggir sungai terpanjang di Sumatera.

Kebiasaan mandi di sungai Batanghari memang masih dilakukan oleh beberapa warga Jambi, khususnya yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai.

Selesai mandi dan hendak berdiri, tiba-tiba ada seekor buaya dengan moncong menganga langsung menyambar kaki Hofsah. Sontak tubuh perempuan paruh baya itu langsung terhempas dan diseret sang predator ke tengah sungai.

Usai menarik paksa korbannya, beberapa saat buaya itu sempat menampakkan diri ke permukaan air. Namun kemudian menghilang.

“Saat ini warga sekitar tengah berupaya mencari keberadaan buaya itu,” ujar Hamdi, salah seorang warga Tebo saat dihubungi Sabtu siang, 17 Februari 2018.

Menurut Hamdi, dari keterangan sejumlah warga, beberapa waktu sebelumnya ada juga kemunculan seekor buaya di sungai Batanghari. Lokasinya berada di Kelurahan Pulau Temiang. Namun saat itu korbannya bukan manusia, melainkan perahu milik warga yang hancur diamuk buaya.

Operasi Pencarian

Hingga Sabtu siang menjelang sore, lokasi hilangnya Hofsah masih dipenuhi kerumunan warga. Aparat kepolisian juga sudah turun ke lokasi untuk mencari korban.

Peristiwa ini juga dibenarkan Kapolres Tebo AKBP Budi Rachmat melalui Kabag Ops, Kompol M Jalaluddin.

“Mendapat laporan, kami langsung menginstruksikan Polsek Tebo Ulu serta tim untuk membantu warga melakukan pencarian terhadap korban,” ujar Jalaluddin.

Hingga Sabtu menjelang sore, aparat kepolisian bersama ratusan warga masih melakukan pencarian di sepanjang alur sungai Batanghari di Desa Pulau Jelmu.(Liputan6) (Muhammad Fadhil)