Anies: Tegur dan Laporkan Para Perusak Stadion GBK

25
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan tindakan pengrusakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada pengelola atau Pemerintah Provinsi DKI.

Terlebih, kurang dari enam bulan lagi stadion yang sudah mengikuti standar FIFA itu akan digunakan dalam ajang multiolahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018.

“Jika ada yang lakukan, tegur, laporkan. Lalu, kenyataan sekarang sudah ada kerusakan, harus segera diperbaiki,” kata Anies usai meresmikan Gedung Kantor Kelurahan Petojo Selatan, Jakarta, Senin (19/2).

Mudah-mudahan juga pembinaan bisa menjadi lebih baik, terutama pembinaan suporter,” ujarnya melanjutkan.
Isu soal kerusakan SUGBK mencuat setelah perhelatan final Piala Presiden, Sabtu (17/2) lalu, antara Persija Jakarta melawan Bali United FC, yang dihadiri 70-80 ribu pengunjung.

Saat itu, pagar stadion dijebol sejumlah massa yang merangsek masuk. Anies menyayangkan kerusakan itu.

“Bagaimana pun juga, semua penonton sepak bola yang berangkat harus saling mengingatkan bahwa fasilitas-fasilitas ini adalah fasilitas yang mencerminkan bangsa negara. Jangan dirusak,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK), Winarto, memaklumi kerusakan sejumlah fasilitas di kawasan GBK itu.

Winarto berpendapat saat ini kerusakan yang terjadi lebih kecil dan segala sesuatunya bisa dihitung dan direncanakan.

“Saya apresiasi khususnya Suporter Persija Jakmania yang jadi lebih baik. Kerusakan itu ada, tapi relatif lebih kecil dibandingkan masa-masa lalu. Alhamdulillah tidak ada bentrokan berarti, kerusakan ada dan menurut saya wajar,” ucap Winarto kepada para awak media dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu (17/2) malam.

Hari Senin (19/2) ini, pengelola menghitung nilai kerusakan stadion yang baru rampung direnovasi pada Januari 2018 tersebut.

Renovasi SUGBK dilakukan sejak Agustus 2016 oleh Kementerian PUPR dengan kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Penta Rekayasa Kerja Sama Operasi (KSO) dengan nilai kontrak Rp 769,7 miliar. (CNN) (Muhammad Fadhil)