Simulasi Pengamanan Pilkada 2018, Ketua KPUD Sumut Disekap

27
SHARE

BHARATANEWS.ID| BOGOR- Jelang Pilkada serentak 2018, Polda Sumatera Utara menggelar simulasi pengamanan.

Simulasi dilakukan dengan memeragakan adegan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumatera Utara (Sumut) Mulia Banurea diculik sejumlah orang dengan senjata laras panjang. Penculikan terjadi saat Mulia pulang dari Kantor KPUD Sumut.

Saat penculikan, Mulia sedang menumpangi sebuah mobil bersama beberapa pengawal yang juga diikuti mobil lain. Pengawal sempat merasa curiga mereka diikuti, dan langsung membawa mobil dengan melakukan gerakan zig-zag.

Tidak lama kemudian, terdengar suara tembakan dari belakang mobil mereka. Mobil yang ditumpangi Ketua KPUD Sumut langsung berhenti, dan sejumlah orang berbadan tegap langsung mendekati mobil sembari menodongkan senjata laras panjang.

“Keluar kalian, keluar dari mobil,” teriak pria berbadan tegap memakai topeng, Kamis 8 Februari 2018.

Berada dalam posisi terjepit, para pengawal Ketua KPUD keluar dan melakukan perlawanan hingga terjadi baku hantam dengan beberapa orang bertopeng. Tidak lama berselang, terdengar lagi suara tembakan.

Seorang pengawal roboh terkena tembakan. Kemudian beberapa orang langsung menggiring Mulia ke dalam mobil. Ketua KPUD Sumut disekap dalam satu bangunan dengan penjagaan yang ketat dilakukan oleh para penculik.

Polisi yang mendengar informasi penculikan Ketua KPUD Sumut langsung melakukan operasi pembebasan. Polisi menerima informasi keberadaan Ketua KPUD dari intelijen di lapangan, dan langsung menggerebek bangunan itu.

Dalam operasi pembebasan, beberapa personel Brimob Polda Sumut tampak turun dari helikopter. “Jangan bergerak, polisi, Jangan bergerak,” teriak para Brimob yang terlibat dalam operasi pembebasan Ketua KPUD Sumut. (LIPUTAN6.COM) (Rifaqih Hidayatullah).