Pertumbuhan media tak berbanding lurus dengan kesiapan SDM

33
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR –¬†Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan, masyarakat internasional memuji kebebasan pers di Indonesia. Hal ini terlihat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 yang dianggap memuat nilai-nilai kebebasan pers yang universal.

Yosep mengatakan, kebebasan pers di Indonesia merupakan satu keping dengan kebebasan berekspresi dan demokrasi. Maka dari itu, kebebasan pers harus dapat memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun begitu, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, memberikan ruang bagi siapa saja untuk mendirikan perusahaan media. Maka, perusahaan media di tanah air menjamur.

“Pertumbuhan media yang marak itu berdampak pada adanya perekrutan SDM wartawan secara besar-besaran,” katanya dalam sambutan di Konvensi Nasional Media Massa di Hotel Grand Inna Padang, Kota Padang, Sumbar, Kamis (8/2).

Perekrutan SDM wartawan yang besar-besaran menimbulkan masalah jika SDM tidak siap. Bahkan, tidak mengerti sama sekali soal kejurnalistikan dan profesi kewartawanan. Kondisi ini menjadikan produk berita yang dihasilkan tidak objektif. Dia mencontohkan, wartawan yang dapat memihak calon tertentu dalam satu pemilihan kepala daerah.

Pria yang akrab disapa Stanley ini juga menyinggung soal pentingnya independensi wartawan di tengah kemerdekaan pers. wartawan wajib independen, tidak terpengaruh atas desakan ekonomi apalagi politik. Wartawan harus mengedepankan kepentingan publik.

“Jangan sampai sejumlah kerja sama yang dilakukan dengan pemerintah juga mempengaruhi independensi wartawan. Di Pilkada Serentak 2018 misalnya. Pers sedang diuji, Independen atau berselingkuh dengan kepentingan politik,” tutupnya. (Merdeka.com) (Rifaqih Hidayatullah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here