Miris, Bocah Lima Tahun Ini Harus Berjuang Lawan Meningitis

8
0
SHARE

BHARATANEWS.ID| BOGOR– Mohamad Rizki (5) harus terbaring tidak berdaya setelah tim dokter memvonisnya mengidap meningitis (radang selaput otak) dan sumsum tulang belakang.

Biasanya, disebabkan infeksi. Karena keterbatasan, keluarganya Rizki tidak dirawat secara intensif, namun memilih berobat jalan dengan menggunakan BPJS yang dimilikinya

Rizki, anak pasangan Linda dan Eko, kini dirawat oleh kakek dan neneknya Satri (46) dan Toto (50) di Gang Pecilon Indah 6, Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Satri menuturkan, kalau cucunya ini sudah menderita meningitis itu sejak umur satu tahun. Sebelum divonis menderita meningitis, cucunya adalah anak yang ceria dan aktif sekali. Setelah menderita penyakit meningitis ini, cucunya hanya bisa terbaring dengan selang yang terpasang di hidungnya.

“Awalnya, karena jatuh waktu usia satu tahu. Waktu itu kejang-kejang. Langsung dibawa ke rumah sakit, terus diagnosa meningitis. Sudah dibawa kemana-mana namun belum sembuh juga. Kalau makan lewat selang dan makannya cuma susu formula saja,” ujar Sarti, Kamis (8/2/2018).

Sarti melanjutkan, dirinya merasa kasihan dengan kondisi cucunya itu. Orang tua dari Rizky sendiri disibukan dengan mengasuk adik Rizky yang baru berusia satu tahun dan tinggal bersama mertuanya.

Baca juga: Miris… Fikra, Bocah 10 Tahun di Kota Bogor Ini Dihantui Meningitis Sejak Lahir

“Linda, anak saya memang sudah mempunyai anak lagi, masih umur satu tahun. Rizky saya yang ngasuh, tapi, ibunya sering ke sini juga. Saya selalu berdoa untuk kesembuhan Rizki yang hanya bisa terbaring. Rizki tak bisa makan normal. Di hidung Rizki terdapat selang sebagai alat bantu untuk makan. Setiap tiga jam sekali, saya menyuntikkan susu formula ke selang tersebut,” katanya.

Rizky sebenarnya, lanjut Satri, sempat dirawat di RSUD Gunung Jati selama tujuh bulan, dan sempat menjalankan operasi. Namun, karena faktor ekonomi, yang mana suaminya Toto hanya berprofesi sebagai tukang becak dengan penghasilan yang pas-pasan, ia tidak sanggup untuk membiayai obat untuk Rizki.

“Kata dokter sih ada obatnya, tapi harganya mahal. Jadi, obatnya seadanya saja sesuai BPJS. Dulu pernah mau dioperasi, tapi anaknya tidak kuat. Harapannya bisa sembuh, dan sampai sekarang ini masih terus berobat dengan BPJS,” tambahnya.

Namun saat ini, Rizki dibawa ke RS Permata Cirebon oleh Yayasan Baitul Ilmi Kota Cirebon, guna mendapatkan pengobatan yang lebih baik lagi. (POJOKJABAR) (TEGUH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here