Korupsi Pesawat Terbang, KPK Periksa Pejabat Garuda Indonesia

54
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus SAS dan mesin pesawat Rolls Royce PLC di PT Garuda Indonesia (Persero). Kali ini, penyidik memanggil VP Corporate Planning PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Setijo Awibowo untuk melengkapi berkas penyidikan Emirsyah Satar.

“Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (9/2/2018).

Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengusut serta melengkapi berkas perkara Emirsyah. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi tersebut untuk mendalami kontrak jasa konsultasi dalam pengadaan pesawat tersebut.

KPK telah menetapkan dua tersangka terkait kasus tersebut, yaitu Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo yang merupakan presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA).

Emirsyah Satar dalam perkara ini diduga menerima suap 1,2 juta euro dan 180 ribu dolar AS atau senilai total Rp 20 miliar serta dalam bentuk barang senilai 2 juta dolar AS yang tersebar di Singapura dan Indonesia, dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 di PT Garuda Indonesia.

KPK menduga, pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku beneficial owner dari Connaught International Pte Ltd yang berlokasi di Singapura.

Soektino diketahui merupakan Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA), satu kelompok perusahaan di bidang media dan gaya hidup.(Liputan6) (Muhammad Fadhil)