Kisah Pemuda Punk Berhati Pink dari Purwakarta

46
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR Ribuan masyarakat di Kecamatan Darangdan dan Bojong berbondong-bondong memadati Lapangan Sempurna, Desa Linggarsari, Darangdan, Purwakarta, Jawa Barat. Bupati Purwakarta dua periode, Dedi Mulyadi, berpamitan malam itu, Sabtu 3 Februari 2018.

Namun, ada kisah menarik di balik acara perpisahan atau paturay tineung tersebut. Di tengah masyarakat, terdapat sosok laki-laki bertato dan bergaya punk yang menarik perhatian Dedi.

“Dia pegang dot susu anaknya. Saya panggil dia untuk ke panggung,” kata Dedi saat berbincang dengan Liputan6.com, Minggu 4 Februari 2018.

Bagi Dedi, gaya dan penampilannya kontras dengan dot susu yang ada di tangan pemuda bernama Jajang (22) itu.

“Ini unik, gayanya anak punk, hatinya pink,” seloroh Dedi Mulyadi.

Jajang adalah warga Bandung Barat. Dia sehari-hari bekerja sebagai pelukis rumahan. Bila ada order lukisan, dia akan mengantongi Rp 80 ribu dalam setiap orderan. Karena sisanya dia akan bagi ke Pak Abas, majikannya yang memberi Jajang modal.

Sementara istrinya, Iis (20), bekerja di rumah makan milik istri majikan Jajang. Dalam sebulan dia mendapat gaji tetap Rp 800 ribu.

Malam itu menjadi malam keberuntungan untuk Jajang dan Iis. Mereka mendapatkan bantuan hasil sumbangan warga sebesar Rp 10 juta.

“Saya kaget pas ditanya uang untuk apa, dia jawab untuk beli domba,” cerita Dedi.

Ternyata, kata Dedi, semangat Jajang untuk mengubah nasibnya patut diacungi jempol. Uang hasil sumbangan warga akan menjadi modal Jajang dan Iis memulai hidup baru.

“Bukan saja anak punk berhati pink, dia sekarang sudah menjadi bandar domba,” ujar Dedi.

Masa jabatan Bupati Dedi yang telah memimpin Purwakarta selama dua periode akan berakhir pada Maret 2018. Dedi mengambil cuti di luar tanggungan negara karena mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat.

Dalam acara pamitan tersebut, tampak ratusan warga berebut salaman dan cium tangan. Tampak pula beberapa warga menangis dan terharu saat berpelukan dengan Dedi Mulyadi.(Liputan6) (Muhammad Fadhil)