Gara-gara Miras, Dua Pemuda Palabuhanratu Dibacok Teman Sendiri, Begini Kronologinya

46
SHARE

BHARATANES.ID| BOGOR- Dua pemuda asal Kampung Kebon Kalapa Tipar, RT 2/8, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi Dendi (29) dan Deni (36) menjadi korban pembacokan temannya sendiri.

Korban dibacok SH (36) warga Kampung Kiaralawang, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu usai menenggak minuman keras (miras) jenis ciu di salah satu lapak di Pasar Palabuhanratu.

nformasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), kejadian tersebut terjadi sekitar Pukul 01.00 WIB dini hari Kamis (8/2/2018).

Saat itu, setelah puas menenggak miras, korban Dendi terlibat cekcok dengan pelaku. Entah apa yang melatarbelakanginya, pelaku tanpa babibu menghantamkan senjata tajam (sejenis pisau badik) ke bagian kepala Dendi hingga roboh.

Di sana, sejumlah rekannya pun berupaya melerai, namun korban sudah berdarah-darah tak berdaya hingga tersungkur ke tanah.

Tak selesai di situ, SH juga menghantam bagian kepala dan muka Deni yang merupakan kakak kandung Dendi.

Setelah merasa puas, tersangka pun melarikan diri. Deni yang kondisinya berlumuran darah, berusaha berjalan ke Mapolsek Palabuhanratu yang lokasinya hanya berjarak sekitar 50 meter.

Polisi yang sedang bertugas malam, langsung mengevakuasi korban ke RSUD Palabuhanratu. Sedangkan sang adik, nyawanya tak bisa diselamatkan akibat luka yang dideritanya.

Sedangkan hingga Kamis (8/2/2018) siang, polisi masih melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi.

“Kita masih melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi. Sedangkan tersangka sedang kita lakukan pengejaran,” papar Kapolsek Palabuhanratu, Kompol Saidina saat dikonfirmasi, Kamis (8/2).

Sampai berita ini diturunkan, kondisi Deni masih kritis. Sementara Jenazah Dendi dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk dilakukan otopsi.

Perwira pangkat satu bunga melati di pundaknya itu juga menambahkan, pihaknya belum bisa mengungkapkan apa yang menjadi motif utama dalam peristiwa tersebut.

Hanya saja, perkelahian itu terjadi setelah pelaku dan korban minum miras jenis ciu.

Menurut Saidina, saat dievakuasi petugas, korban Dendi masih mengorok. Korban baru meninggal setelah sampai ke RSUD Palabuhanratu.

“Korban masih mengorok tapi sangat kritis. Kita membawanya ke rumah sakit dan korban meninggal di rumah sakit,” timpal perwira polisi ramah ini.

Sementara itu, Warga Pasar Palabuhanratu, Ibut (42) baru mengetahui kejadian tersebut pada pukul 05.00 WIB dini hari saat mengantarkan ayah korban berobat ke rumah sakit yang sama. Ibut merupakan pedagang yang tak jauh dari lokasi kejadian. Ia juga sempai dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

“Saya kenal bapaknya. Itu anak pak Ayud. Kalau kejadiannya saya tidak tahu,” singkatnya.

Warga Pasar Palabuhanratu lainnya meyakini perkelahian itu akibat pengaruh minuman alkohol yang ditenggaknya. Lantaran, di Depan Toko Sepeda Pasar Palabuhanratu masih terdapat sejumlah kantong plastik bekas minuman ciu dan bercak darah di lantai.

“Kalau kejadiannya saya gak tahu. Tapi saya yakin mereka habis minum ciu. Ini bekasnya masih ada,” kata Dolas (40). (POJOKJABAR) (TEGUH)