Belum Ada Solusi Soal Ojek Pangkalan dan Online di Cianjur

27
0
SHARE

BHARATANEWS.ID| BOGOR- Fakta di balik polemik dan kekisruhan antara ojek pangkalan dan online sedikit demi sedikit terungkap.

Paguyuban Motor Ojek Cianjur (PMOC) secara jantan mengakui keributan yang terjadi di Jalan Pangeran Hidayattulah pada Rabu (7/2) lalu.

PMOC berharap, pemkab tak berdiam diri dan memberikan kepastian peraturan yang akan diberlakukan di Cianjur.

Ketua PMOC, Husen Saepulloh memastikan kejadian kisruh Rabu adalah tindakan spontanitas pengemudi ojek pangkalan. Saat itu, konvoi terjadi bukan disengaja sebagai wujud pengumpulan masa.

“Itu bukan arak-arakan atau konvoi tetapi rombongan ojek pangkalan yang diundang di acara pelantikan DKM di Cipanas. Kebetulan saja melalui jalan Pangeran Hidayatullah,” ungkap Husen saat ditemui di Polres Cianjur, Kamis (8/2/2018).

Ia sangat menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya, permasalahan gesekan antara pengemudi ojek online dan pangkalan memang sudah lama berlangsung. Tapi dirinya tidak menduga akan terjadi kisruh hingga viral di media sosial dan berbuntut panjang seperti ini.

“Ya, sangat disesalkan. Kisruh kemarin terjadi karena sakit hati dipendam lama oleh sejumlah pengemudi ojek pangkalan,” ujarnya.

Husen menyebutkan, prediksi dasar berangkat dari banyaknya laporan anggota ojek pangkalan yang telah berkali-kali memperingati ojek online agar tidak menarik penumpang di pangkalan ojek namun tidak diindahkan.

PMOC telah dibentuk selama lebih dari sekitar sepuluh tahun dan tidak pernah ada masalah.

Kejadian kisruh antar tukang ojek itu merupakan yang pertama di Kabupaten Cianjur, sejak adanya ojek online.

Padahal sebelum adanya kisruh, sudah pernah mengirimkan surat ke DPRD Cianjur dan mengadakan musyawarah dengan ojek online.

“Tapi belum ada solusi hingga saat ini (kemarin). Kalau saya pribadi menolak adanya ojek online di Cianjur, ini kota kecil,” tuturnya.

Ditanya terkait adanya laporan penganiayaan terhadap pengemudi ojek online, Husen menuturkan akan mengikuti prosedur yang berlaku. Namun, ia berharap permasalahan ini dapat selesai secara baik-baik melalui jalan musyawarah damai.

“Saya meminta pemerintah daerah (pemda) Cianjur melalui dinas terkait untuk cepat mencari langkah dan jalan solusi terbaik. Sehingga jangan sampai terus berkepanjangan,” pungkasnya.

Sementara, salah satu pengemudi ojek pangkalan, Rudi (26) memaparkan, telah sering memperingati pengemudi ojek online agar tidak mengangkut penumpang di pangkalan. Bahkan di pangkalan pun ditulis peringatannya. Memang sering diperingatkan, namun tidak pernah direspon.

“Normal jika rasa jengkel itu muncul, hanya saja caranya kurang tepat dan akhirnya seperti ini-lah yang terjadi,” ucapnya. (POJOKJABAR) (TEGUH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here