Banjir Bandang Kirim 200 Ton Sampah, Kondisi di Kawasan Puncak Mengkhawatirkan

228
0
SHARE

BHARATANEWS.ID |BOGOR Luapan debit air Sungai Ciliwung tidak hanya menyebabkan banjir di Bogor dan Jakarta. Air yang mengalir deras dari kawasan hulu (Puncak) turut membawa sampah.

Di Jembatan Situ Duit, Jambu Dua misalnya. Tumpukan sampah mulai dari plastik, sampah rumah tangga hingga kayu mengapung di atas permukaan air yang terhalang oleh bibir jembatan. Walikota Bogor Bima Arya sempat turut membersihkan sampah-sampah di lokasi ini.

Kemudian di lokasi banjir Kampung Bebek, Kecamatan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, sampah terlihat berserakan dan mengapung di atas permukaan air.

Aktivis lingkungan Een Irawan Putra menyebut kondisi Puncak memang sudah sangat mengerikan. Daya dukung lingkungannya sudah terlampaui hingga tak sanggup menahan beban dan menyimpan air hujan.

Data dari Forest Watch Indonesia (salah satu anggota konsorsium Save Puncak) tutupan hutan kawasan Puncak sekitar 3.400 hektar alias hanya sekitar 8,9 persen.

“Seharusnya, berdasarkan Undang-Undang Kehutanan dan aturan turunannya, tutupan hutan suatu wilayah adalah minimal 30 persen,” kata Een kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Senin (05/02/2018).

Yang lebih mengerikan lagi, imbuhnya, sebenarnya banjir dan tanah longsor sudah terjadi berulang-ulang. Namun yang bisa mengubah kebijakan yakni pemerintah belum juga bertindak secara signifikan. Masyarakat juga menganggap kerusakan alam Puncak seperti hal biasa.

“Musim hujan reda, kembali lupa, kembali nyampah dan membuka tutupan hutan dan vegetasi di Puncak. Walaupun itu kemiringan sudah 45 derajat,” imbuhnya.

Terpisah, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Siti Nurbaya mengatakan, terjadinya longsor di Bogor dan banjir kiriman ke Jakarta disebabkan oleh kondisi Kawasan puncak yang gundul. Berdasarkan data KLHK, vegetation cover atau areal hutan padat hanya menyisakan 13 persen. (POJOK JABAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here