Disnaker Kab. Sukabumi harus tinjau ulang klinik PT. Yongjin Java Suka Garment

79
0
SHARE

BHARATANEWS.ID – Karyawan PT. Yongjin Java Suka Garment pada saat menuju pulang kerumah dalam kondisi sakit dan pingsan serta tidak sadarkan diri dalam perjalanan pulang. Saat di bawa kerumah sakit 24 jam caringin yang berlokasi di Kab. Bogor dan dinyatakan positif meninggal dunia oleh Dokter yang memeriksa . Ini menjadi pertanyaan besar dalam system pelayanan kesehatan dalam perusahaan PT. Yongjin java suka Garment.

Saat di temui Bharata News Hadi Sunaryo penanggung jawab Klinik Permata Medical Center (PMC) yang bekerjasama dengan PT Yongjin Java Suka Garment. Mengatakan bahwa untuk kejadian meninggal nya karyawan yang beratas nama inisial AI sudah mendapat laporan dari Bidan Tini Irwatini yang bertidak sebagai perawat klinik PT. Yongjin Java Suka Garment.
Saat di tanya hasil diagnosa AI, Hadi mengatakan tidak tahu yang lebih tahu Bidan Tini karena dialah yang memeriksa secara langsung. Hadi mengatakan silahkan kompirmasi dengan Bidan tini. Dari hasil keterangan hadi tidak menghasil kan jawaban yang memuaskan dan seharusnya penanggung jawab Klinik mengetahui apa yang dengan bawahannya.

Ditempat yang terpisah Bharata News menemui bidan tini saat bertugas di klinik PT Yongjin Java Suka Garment mengatakan,Karyawan yang berinisial AI setelah dilakukan pemeriksaan dinyatakan Asam lambungnya naik. AI juga menyampaikan bahwa dadanya sering sakit. Tini menyarankan agar di bawa kerumah sakit sesuai dengan paskes Bpjs. Saran tersebut di sampai kan melalui Kiki atasan AI.
Saat di tanya tentang ketersediaan obat obat, tini menjawab obat yang ada dalam klinik ini hanya obat yang bersifat Umum dan tidak ada efek samping.
Obat yang ada semua di sediakan oleh perusahaan. Klinik PMC hanya menyediakan SDM nya saja. Paparnya (29/11/17).

Menurut keterangan Irawan HRD Manager PT. Yongjin Java Suka Garment penanganan Karyawan AI sudah sesuai dengan standard yang ada, walaupun menurut keterangan tini perawat yang menangani sudah menyarankan agar di bawa kerumah sakit.

Melihat keterangan diatas perlu di pertanyakan standarisasi pelayanan kesehatan Pekerja PT. Yongjin Java Suka Garment sesuai dengan Permenaker 03 tahun 1982 tentang pelayanan kesehatan kerja dan Permenaker 01 tahun 1981 tentang kewajiban melaporkan penyakit akibat kerja. Diharapkan kepada Dinas terkait agar meninjau ulang keberadaan klinik yang ada di perusahaan.
Ironisnya dengan seribu lebih karyawan hanya di tangani satu orang perawat serta keterbatasan sarana yang ada dan tidak sesuai dengan aturan yang telah di tetap kan. (bcr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here