Petani Tua Ini Dilaporkan Karena Merusak Tanaman Singkong Di Lahannya Sendiri

21
0
SHARE

Entah (65) dan Asmat (45) warga Desa Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor dalam kasus ini di tetapkan menjadi tersangka dan mereka dijerat Pasal 406 KUHP karena merusak tanaman singkong dengan ancaman maksimal 2 tahun delapan bulan dan denda paling banyak Rp 4.500 atas laporan LP/B/484/V/2016/RES BOGOR pada tanggal 10 Mei 2016

Mirisnya, kedua petani hanya karena dituding melakukan pengrusakan tanaman singkong di lahannya sendiri di Kampung Lebong kecil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, dua orang petani singkong di Laporkan Saud (71) tetangga lahannya dan sekaligus Purnawirawan TNI,

Faktanya Asmat hanya sebatas petani dan kuli yang di perintahkan oleh Entah untuk membantu membersihkan sisa hasil babatan Kaelani di lahan Entah dan Perusahaan untuk di tanami pohon singkong baru. Pria yang mengaku di tuduh membabat pohon singkong ini tidak habis pikir kenapa menebang pohon singkong yang awal mulanya kepemilikan Udin di lahan Entah, malah dipersoalkan oleh orang lain.

Penyidik Polsek Parung Aiptu Masrikan menjelaskan bahwa kasus ini dengan delik pengruskan tanaman singkong dengan dua tersangka atas nama Entah dan Asmat, penyidik pun memberitahukan disaat menjalankan pemeriksaan mengalami perdebatan dengan seolah-olah yang ditangani ini status tanahnya, padahal sudah di sampaikan ke pihak tersangka sebenarnya ini deliknya bukan kearah tanah tetapi delik pengerusakan.

“Memang pada awalnya ada masalah tanah, jadi pelapor Saud laporan di Polres tetapi pihak polres kasus ini di limpahkan ke polsek dan kebetulan saya yang menangani perkaranya akan tetapi kewenangan polsek tidak bisa menangani kasus tanah, karena pengerusakan jadi bisa di tarik di polsek”ujarnya saat di temui di polsek parung (30/09/2017)

Lain halnya menurut Nana selaku saksi mata sekaligus Rt setempat mengatakan “ Setau saya yang pertama kali membabat itu Kaelani “di saat mereka diminta untuk menujukan batas-batas tanah bersama pemilik awal oleh Kaelani yang notabene adalah orang yang di percaya oleh Saud untuk menggarap tanah miliknya.

Nana pun menurturkan bahwa waktu pembabatan itu terjadi sekitar jam 8/9 pagi hari, berbeda dengan keterangan yang ada bahwa yang terjadi pembabatan itu di saat malam hari dan dia pun menjelaskan bahwa sebelumnya Entah sudah memberitahukan serta menujukan data-data kepemilikan dan surat kuasa garap ke Kaelain, “ dan saya juga melihat bukti surat-suratnya kalau itu tanah perusahaan” tuturnya

Disaat kami mempertanyakan apakah Nana ikut serta dalam saksi di dalam Berita Acara Pemeriksaan di Polsek Parung, Nana menegaskan “ kalau saya hanya sebatas mendampingi saja tidak dan tidak di periksa ”Tegasnya

Sedangkan di dalam kantor di Kejaksaan Negeri Cibinong, Selasa (9/11/2017) Jaksa Penuntut Umum, Tri menyebutkan “kasus pengerusakan tanaman singkong ini sudah P21 , sedangkan untuk alat bukti sendiri karena di sini hanya pengerusakan selain itu tidak ada” sebutnya

JPU Tri pun menambahkan dari sisi saksi sendiri banyak dan salah satunya adalah Kaelani yang sebagai penanam dan otomatis dia sebagai korban, JPU Tri memberi perumpamaan kasus kepada bharatanews.
“Walaupun misalkan Saya yang menanam di daerah Mas dan menenam di situ, dan di rusak lah oleh sampean dan akhirnya di gugatlah sampean meskipun itu bukan tanah milik saya”andainya,

dia pun menegaskan bila yang membuktikan tanaman singkong itu milik kaelani atas dasar berkas laporan dan di sini tidak menyinggung masalah tanah, “biar nanti beliau yang membuktikan masalah tentang status tanah ini” (ryan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here