Vulkanisir Ban PT Supervulkanin Adijaya

27
0
SHARE

Atas inisiatif (alm) Johnson Lumban Tobing, tepat pada tahun 1973 berdirilah perusahaan (pabrik) vulkanisir ban yang kemudian dikenal dengan PT Supervulkanin Adijaya. Harapannya tidak muluk-muluk, ia hanya ingin membantu para pemilik moda transportasi dalam melakukan efisiensi penggunaan ban baru tanpa sedikitpun mengabaikan aspek keselamatan dan kenyamanan.

Istilah “vulkanisir ban” adalah proses penempelan telapak ban baru (rekondisi). Pabrik yang berlokasi di Jl. Raya Bogor Km. 52 Kedung Halang Bogor ini mempekerjakan sekitar 200 karyawan: terdiri dari karyawan laki-laki 180 orang sementara 20 karyawan perempuan fokus pada bidang administrasi.

Perjalanan panjang yang kami lalui dan gonjang-ganjing (pasang surut) politik di negeri ini mendorong kami menemukan formula tepat bagi keberlangsungan perusahaan ini. Memang benar, tidak selamanya usia menjadi tolok ukur kualitas perusahaan. Tetapi kehadiran kami selama lebih dari 40 tahun ini menjadi bukti pada akhirnya menghantarkan kami pada titik kesadaran bahwa kualitas produk yang dihasilkan tidak hanya bertumpu pada fasilitas dan bahan baku yang digunakan tetapi juga bagaimana kualitas Sumber Daya Manusia nya.

Namun demikian, kami menyadari bahwa era refromasi belum sepenuhnya memberi berpihak pada industri-industri jasa seperti kami. Sebagin besar masyarakat dan elit power masih mendiskriminasi keberadaan pabrik-pabrik vulkanisir. Terminologi vulkanisir kerap disalahpahami (logical fallacy) dan produk vulkanisir dinilai tidak memberi jaminan keselamatan bagi para pengguna. Penilaian semacam ini muncul karena minimnya akses informasi kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana vulkanisir itu sendiri.

Seperti telah dijelaskan bahwa vulkanisir dalam konteks Supervulkanin Adijaya, berkomitmen mengupayakan standar kualitas yang maksimal, sehingga pengguna jasa vulkanisir pada perusahaan kami mendapatkan tiga benefit sekaligus: Efisiensi, Kenyamanan dan Keselamatan. Perwudujudan ketiga aspek tersebut, terurai dalam beberpa hal berikut ini:
Pertama, dari sisi penggunaan bahan baku. Untuk menghasilkan produk yang berkualitas, kami menggunakan tread compound dan gum compound yang bermutu dan konsisten, dengan merek MBS; menggunakan berat karet yang sesuai dengan kemasan casing; penggunaan tread compound dan teknologi modern.

Kedua, didukung dengan teknologi vulkanisir modern untuk menghasilkan produk bermutu dan memuaskan konsumen. Untuk menghasilkan vulkanisir yang berkualitas, PT Supervulkanin Adijaya didukung dengan mesin berteknologi tinggi.

Ketiga, perusahaan kami secara prosedural juga melaksanakan prinsip-prinsip kerja yang diatur dalam butir-butir K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)–bekerja sama dengan Bogor Institute Safety mengupayakan perilaku kerja yang baik dan benar.

Prinsip dasar dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja bukan saja merupakan jaminan perlindungan secara fisik aktivitas karyawan dalam perusahaan tetapi lebih dari itu adalah bentuk penghargaan perusahaan terhadap kepentingan dan hak atas perlindungan kehidupan kerja yang nyaman. Dengan terciptanya suasana kerja yang nyaman dan aman, para karyawan pun akan berkontribusi besar dalam peningkatan kualitas produksi terlebih lagi mereka mendapatkan support dari keluarga di rumah.

Keempat, hal yang paling subtantif kami lakukan adalah concern pada pengembangan Sumber Daya Manusia. Semenjak tahun 2012 Robinson sebagai generasi kedua yang memimpin perusahaan ini berupaya bagaimana SDM ini tidak hanya terampil dari keahlian teknis (hard skill) tetapi juga menjadikan karakter sebagai basis utama dalam seluruh aktivitas produksi di Supervulkanin Adijaya (soft skill). Dalam konteks hard skill, perusahaan melibatkan karyawan dalam berbagai training dan workshop yang relevan dengan kebutuhan perusahaan kami.

Selain itu, peningkatan kualitas SDM tidak hanya pada pengembangkan keterampilan teknis semata melainkan juga menyetuh pada aspek personality (karekter)–soft skill– materi pelatihan berbasis karakter ini dikemas secara filosofis. Karyawan diajak untuk mendiskusikan bersama pergulatan dan eksistensi karyawan sebagai manusia (keluarga, pekerjaan) dari berbagai sudut pandang. Ini dimaksudkan supaya karyawan memiliki cakrawala pemahaman yang luas dan pada akhirnya mereka memahami tentang esensi kerja yang sebenarnya.

Menyeimbangkan antara hard skill dan soft skill bukan hal mudah, benturan prinsip antara pimpinan dengan karyawan tidak terhindarkan. Namun dengan konsistensi, kontinuitas dan kreativitas seorang Robinson, lambat laun cahaya itu bersinar di Supervulkanin Adijaya–cahaya itu bernama ‘kesadaran kolektif’ (collective conscience)–Durkheim menjelaskan kesadaran kolektif sebagai sistem yang terbentuk atas relasi antar individu (antar karyawan).

Bagi Robinson, kombinasi pengembangan SDM yang meliputi hard skill dan soft skill yang menjadi karakteristik unik perusahaan ini (value proposition)–Membangun Bisnis yang Humanis–Dengan begitu produk yang kami tawarkan bukan saja hasil dari keterampilan teknis semata melainkan lahir dari personality yang kuat dari karyawan.

Upaya Robinson dalam menjaga orisinalitas idenya dan harapannya mengedukasi karyawan, lahirlah Vulkanin Learning Institute atau Learning Centre. Kedepan Learning Centre ini tidak hanya sebagai rahim yang melahirkan kesadaran karyawan perusahaan ini saja tetapi juga akan mengajak seluruh relasi sama-sama mengalami perjumpaan filosofis dalam rangka menyambut globalisasi.

Kerja keras dan kerja cerdas Robinson selama kurun waktu 5 tahun (sejak 2012) terhadap karyawan, secara signifikan meningkatkan produktivitas perusahaan. Terbukti melalui hasil penelitian oleh Kalbis Institute bahwa Pengaruh Budaya Perusahaan, Tingkat Pendidikan dan Pelatihan Transformasi Nilai terhadap Kinerja Karyawan PT Supervulkanin Adijaya sebesar 65%. Hasil penelitian ini tentu menjadi bukti otentik bagaimana kualitas SDM yang kami miliki dan tentu saja berimbas pada mutu produk. Sebagai referensi tentang produk kami, berikut kami sertakan beberapa testimoni (data kepuasan pelanggan).

Hal lain yang perlu diketahui juga bahwa Supervulkanin Adijaya sebagai bagian dari Dewan Karet Indonesia selama kurun waktu 7 tahun ikut serta menjaga keberlangsungan hidup para petani karet dalam negeri. Pasalnya, sebagian besar bahan baku yang digunakan dalam proses vulkanisir ban adalah karet. Bersadarkan data yang dirilis oleh Dewan Karet Indonesia penggunaan karet untuk vulkanisir mengalami kenaikan yang signifikan.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa proses vulkanisir yang kami lakukan sangat menjaga kualitas produk (bahan baku yang bermutu dan teknologi pendukung yang modern). Selain itu, komitmen Robinson sebagai pimpinan membimbing karyawan menemukan potensi dan kesadaran optimal karena hanya dengan begitu karyawan merasa dimanusiakan dan pada gilirannya mereka akan mendedikasikan dirinya bagi perusahaan.

Pada tahapan inilah logika transaksional berevolusi menjadi logika transformasional. Hal penting lainnya adalah komitmen pimpinan membangun relasi yang bersifat kemitraan dan bukan hirarkis. Maksudnya adalah semua karyawan dengan berbagai level jabatan dalam konteks tertentu (kemanusiaan) adalah sama.

Tentu saja dalam konteks organisasi (manajeman perusahaan) tetap memiliki hirarki jabatan tetapi itu sebatas profesionalitas kerja. Sedangkan esensi dasar dari pola kerja adalah kebersamaan (kemitraan)–Kemitraan Kita adalah Kesejahteraan Bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here