IPW Minta Polisi Profesional Tangani Kasus Bisnis Investasi Yusuf Mansur

2992
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Kasus dugaan penipuan investasi usaha patungan milik ustad Yusuf Mansur mendapat sorotan tajam berbagai pihak. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, meminta polisi bersikap profesional dalam menangani perkara tersebut sehingga tidak ada pihak-pihak lain yang dirugikan.

” Polisi harus segera bertindak agar kasus ini secepatnya terungkap.Selain meminta keterangan pelapor dan terlapor, penyidik pun bisa meminta keterangan dari saksi ahli dalam penanganan perkara,” ujar Neta saat dihubungi via selulernya.

Sebelum dijalankan, tambahnya, bisnis investasi ala Ustad Yusuf Mansur sempat dipertanyakan banyak pihak termasuk otoritas jasa keuangan dan investasi, namun Ustad Yusuf berhasil menyakinkan berbagai pihak sehingga dinilai wajar serta tidak akan menimbulkan persoalan. Meski begitu, Ustad Yusuf saat itu berjanji akan memperbaiki dan melengkapi berbagai kekurangan yang ada dalam bisnis investasinya.

” Jika saat ini ada pihak yang merasa dirugikan dalam bisnis investasi usaha patungan tersebut sehingga menempuh jalur hukum dengan cara membuat laporan polisi, maka penyidik musti serius dalam menanganinya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Neta memaparkan, ada dua hal yang mendasari penyidik harus bekerja cepat menangani kasus itu yakni agar bisa segera diantisipasi bilamana terjadi kekeliruan dalam pola bisnis investasi agar dampaknya tidak meluas. Disisi lain, jika hasil penyidikan bisnis itu tidak bermasalah maka bisnis investasi usaha patungan harus terus berjalan bahkan pemerintan pun musti berperan dalam hal perlindungan karena banyak masyarakat yang ambil bagian menanamkan investasi.

” Makanya diperlukan penanganan yang cepat dan profesional dalam kasus ini, karena banyak melibatkan masyarakat yang dikhawatirkan menjadi korban seperti kasus-kasus investasi lainnya,” paparnya.

Sebelumnya, Ustad Yusuf Mansur dilaporkan oleh salah seorang warga bernama Yuni Hastuti (39) atas dugaan penipuan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/907/B/X/2017/SPKT. Yuni mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Bogor Kota pada Selasa (17/10).

“Saya mulai tertarik pada tahun 2013 melalui sebuah brosur yang diselipkan di sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di wilayah Dramaga, Kabupaten Bogor. Saat itu saya seorang mahasiswi IPB,” ucap Yuni.

Yuni mengatakan, dirinya pun memutuskan untuk menginvestasikan uang miliknya sebesar Rp 12 juta. Terlebih, dana investasi itu akan digunakan untuk membangun hotel dan apartemen di Yogyakarta. Dalam laporan itu, Yuni menyebut telah menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan oleh unit bisnis investasi milik Yusuf dengan cara mengajak investasi usaha patungan pendirian hotel dan apartemen khusus bagi jemaah haji.

Setelah mendapat informasi bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekukan bisnis investasi Yusuf, dirinya langsung mencoba menghubungi perusahaan itu. Namun, sambungnya, hingga sekarang dirinya belum mendapat kepastian tentang pengembalian uang yang telah disetorkan.

“Saya dijanjikan keuntungan 8 persen atau sebesar Rp 960.000 per tahun. Saya sudah berusaha, tapi hingga kini belum mendapatkan jawaban. Karena itu saya melapor dan ingin uang saya kembali,” jelas dia.

Humas Polresta Bogor Kota Rachmat Gumilar mengatakan, meski tempat kejadian bukan berada di wilayah hukum Polresta Bogor Kota, namun kepolisian tetap harus menerima aduan dari masyarakat.

” Kasus ini sudah dilimpahkan ke Polres Kabupaten Bogor,” tandasnya. (RFS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here