Diduga TOD Salahi Aturan, Ini Kata Wakil Walikota Bogor

5413
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – “Laksanakan Dan Penuhi syarat-syarat Perda 8 Tahun 2011 Secara Konsisten”, ujar Usmar Hariman Wakil Walikota Bogor menanggapi kerjasama antara PT KAI dan PT Waskita Karya Realty (Persero) Tbk yang dalam mengembangkan hunian berbasis transit oriented development (TOD) di Stasiun Bogor.

PT. KAI dan PT. waskita Karya Realty (Persero) akan membangun apartemen 8 menara masing-masing setinggi 18 lantai di lahan seluas 6,5 hektar, yang nantinya Sebanyak 25-30 persen dari total 1.500 unit, diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun peroyek tersebut diduga bertentangan dengan Perda No. 8 tahun 2011.

Menurut Wakil Walikota Bogor, Ir. Usmar Hariman saat di Konfirmasi lewat pesan WhatsApp bahwa dengan adanya pembangunan apartemen 8 lantai tersebut akan menambah jumlah penduduk Kota Bogor, sehingga berdampak banyaknya pendatang baru di Kota Bogor.

“Beban penduduknya Sudah Berat, jadi secara ekosistem pun kalau ada 8 tower dengan rata-rata sampai 500 unit per tower, akan ada tambahan beban penduduk dalam 5 dan 10 ke depan sebesar 4000 unit, dikali 5 orang/unit, akan ada 20 ribu tambahan penduduk baru pada kawasan stasiun, padahal itu hampir sama dengan jumlah penduduk 1 kelurahan, bayangkan kroditnya nanti di titik itu, sekarang saja bisa merasakan tanpa ada apa-apa,” tulisnya, Rabu (18/10).

Disamping itu Usmar juga mengatakan bahwa perumahan vertikal tidak sama dan sebangun dengan apartemen atau kondotel ditambah lagi kawasan Stasiun adalah blok merah, akan tetapi kawasan jasanya adalah dalam konsep penguatan kawasan, penataan infrastruktur, rekayasa lalin dan perbaikan kualitas lingkungan, “karena kawasan stasiun itu meliputi jalan Kapten Muslihat, Djuanda, Sudirman, Marthadinata dan merupakan kawasan haritage, maka ini wajib dipertahankan,” tulisnya.

Menurutnya pembangunan apartemen 8 menara tersebut harus sesuai dengan Perda No. 8 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bogor, “Laksanakan dan penuhi syarat-syarat Perda 8 tahun 2011 secara konsisten,” tulisnya.(heri.s)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here