BNI Djuanda Lamban, Membuat Pendamping PKH Jemput Bola

9578
0
SHARE
BHARATANEWS.ID | BOGOR – Terkait pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH), Kementrian Sosial (Kemensos) memberikan ambang batas waktu hingga Agustus lalu kepada Bank Nasional Indonesia (BNI), sebagai rekanan penyaluran bantuan tersebut secara Non Tunai. Namun hingga saat ini pencetakan buku tabungan dan ATM untuk pencairan bantuan Non Tunai tersebut belum terealisasi dengan merata di 21 Kecamatan di weilayah Kabupaten Bogor.
Hal tersebut dibenarkan Pendamping PKH Kec. Tamansari Kab. Bogor, Ane, bahwa buku tabungan dan kartu ATM BNI untuk PKH belum sama sekali di terima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayahnya.
“Kartu ATM dan buku tabungan belum sama sekali, menurut keterangan dari BNI masih diproses,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, pendamping PKH melakukan langkah jemput bola ke Bank BNI Djuanda Bogor untuk mendapatkan kepastian kapan selesainya Buku tabungan dan ATM para peserta PKH di wilayahnya yang berjumlah 1200 KPM.
“Karena 1 bulan 17 hari kerja bank BNI melewati ambang batas waktu yang ditentukan kemensos untuk proses pencetakan buku tabungan dan kartu ATM, kami pendamping khusus di Kec. Tamansari melakukan komunikasi dengan pihak BNI, dan mempertanyakan kapan buku serta kartu ATM selesai, jawaban dari pihak BNI ‘sedang di Proses,’ begitu,” ungkap Ane, Senin (16/10)
Ane juga mengatakan pada Minggu pertama bulan September melihat situasi ini membuat dirinya melakukan langkah, mendorong agar pencairan dana PKH tahap ke tiga cepat terealisasi.
“Kami memahami BNI tidak hanya menangani 1.200 peserta PKH di Kec. Tamansari saja, 21 Kecamatan se Bogor Barat loh, belum lagi menangani yang umum. Tapi kamipun dalam program pemerintah ini, kami mewakili Dinsos di tingkat kecamatan pemantau dan mendampingi. Akhirnya dibulan September lalu kami coba mendorong agar pencairan tahap ketiga dapat terealisasi, pihak bank hanya menjawab, ‘tunggu setelah pembagian yang di kota selesai’ begitu jawabanya,” tutur Ane.
Dengan jawaban dari pihak BNI yang tidak memuaskan,tidak membuat  pendamping PKH Kec. Tamansari tingal diam. Dengan terus melakukan dorongan,yang akhirnya pencairanpun dapat terselenggarakan Rabu (11/10), dengan menghadirkan peserta PKH per Desa ke aula parkir di lantai dasar gedung BNI untuk melakukan proses pencairan.
“Pencairan yang dilakukan mulai hari Rabu (11-18/10), inipun hasil jemput bola yang di lakukan oleh kami(red;pihak pendamping Kec. Tamansari),” ujarnya.
Disisi lain Dinas Sosial Kab. Bogor yang diwakili Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Hj. Iis Susilawati, Didampingi Kepala Seksi Jaminan Sosial dan Keluarga, Siti Rohmah menegaskan, pemerintah dalam hal ini melalui Kemensos memberikan batasan waktu proses pencetakan Buku tabungan dan ATM sampai akhir bulan Agustus, agar selesai di distribusikan ke tingkat masyarakan PKH.
“Akan tetapi sampai sejauh ini, yang kami pantau masih jauh sekali dari batas yang ditargetkan, kamipun sudah layangkan surat,dengan tembusan langsung ke Kemensos dan Bupati,yang isinya mempertanyakan terkait sejauh mana keberhasilan proses Program PKH,” ujar Hj. Iis Susilawati, Senin (16/10)
Menanggapi hal tersebut Djunaedy selaku Pemp.Bidang Pemasaran dan Bisnis BNI Djuanda angkat bicara, Ia memaparkan, bahwasanya pihak BNI Djuanda berusaha dengan semaksimal mungkin agar percetakan Buku tabungan dan ATM 100% terlakasanakan dalam waktu dekat, pihaknya juga mengakui bahwa BNI selalu melakukan koordinasi dengan para pihak pendamping di tingkat Kecamatan.
“Proses pembagian buku tabungan sudah kami lakukan, semua koordinasi dengan pendamping. Mengenai jumlah 100% masih berproses dikarenakan beberapa hal seperti tambahan penerima tersebut,” kata Djunaedy, Sabtu (14/10).
Djunaedi juga menjelaskan bahwa Pemberian buku tabungan BNI untuk PKH berdasarkan data pusat BNI, “tetapi apabila ada perbedaan kami tetap berkoordinasi dengan pendamping,” katanya.
Disamping itu ia juga mengataka mengenai kartu ATM BNI masih dalam proses cetak karena jumlahnya sangat banyak, “namun Proses pengambilan dana bantuan tetap dapat dilakukan seperti yang kami sampaikan,” katanya.
Selain itu ia juga menjelaskan bahwa Dana yang belum diambil oleh penerima dana, tetap diperlakukan seperti nasabah bank pada umumnya, “dengan mendapatkan bunga sesuai ketentuan bank,” katanya.
Selain itu dirinya juga mengatakan bahwa setiap harinya pihak BNI Djuanda tetap melayani proses pencairan dana PKH yang tentunya tetap didampingi oleh masing-masing pendamping PKH.
“Rata-rata perhari 500 orang yang mencairkan dananya dengan jadwal yang sudah dikoordinasi dengan pendamping,” Paparnya.(Heri.s)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here