TAK MAMPU MELUNASI IURAN, SEKOLAH TAHAN IJAZAH

6653
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Yayasan Dasa Semesta Bogor yang beralamat di Jl. Pamoyanan No. 6 A Kelurahan Rangga Mekar, Kec. Bogor Selatan, diduga tahan Ijazah karena pihak orang tua murid belum melunasi kewajiban yang harus di bayar kepada pihak sekolah.

Salah satu orang tua murid yang masih belum melunasi pembayaran sebesar Rp. 1.310.000,- dengan rincian pembayaran empat Bulan uang SPP Rp. 60.000,- /bln, komputer Rp. 10.000,- /bln, praktek dan Pot Rp. 70.000,-, Infaq Lab Rp. 120.000,-, sampul Raport Rp. 20.000,-, Baju Muslim Rp. 75.000,-, Foto Rp. 20.000,-, Asuransi Rp. 25.000,- dan uang perpisahan Rp. 700.000,-.

Sementara itu yang sudah di cicil baru sebesar Rp. 490.000,- jadi sisa yang harus dilunasi sekitar Rp. 820.000,-. Bahkan untuk melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya dengan meminta lampiran foto kopy Ijazah legalisir dari sekolah tersebut harus menebus sebesar Rp. 500.000,-.

Menurut orang tua murid Nengsih mengatakan, memang sebelumnya sempat menyampaikan untuk tidak melanjutkan sekolah anaknya karena ketidak mampuan dalam pembayaran yang ada disekolah, bahkan ke pihak sekolah telah menyampaikan untuk tidak ikut mengikuti perpisahan, namun kepala sekolah mengatakan sekolah harus di lanjut karena sekolah itu sangat penting.

“Sampai kepala sekolah mengatakan, ‘bu di cicil aja, kalau gak ibu kalau punya tanah jual aja, kalau gak jual motor aja kalau punya motor mah’, namun itu kata – kata yang membuat saya sangat jadi sakit hati,” kata Nengsih.

Nengsih juga mengatakan, “bahkan dari pihak sekolah, wali kelas pun sampai mendatangi kerumah orang tua murid yang masih punya tunggakan ke pihak sekolah,” ujarnya.

Sementara kepala sekolah SMP Dasa Semesta, H. Muhamad Yusup, M. Pd yang diwakili Wakasek Asep mengatakan, untuk masalah Ijazah bukan berati pihak sekolah menahan atau tidak ada kebijaksanaan dari sekolah, “itu kami serahkan kepada orang tua muridnya lagi, kalau memang orang tua murid tersebut benar dari keluarga tidak mampu atau tidak bisa melunasi kewajiban ke sekolah kami bisa bantu dan kebijakan, tentunya untuk keputusannya kami tidak bisa memutuskan maupun mengeluarkan Ijazah tersebut tetap kami serahkan kepada ketua yayasan,” ujarnya.

Disamping itu ketua yayasan Fitri tidak mengakui dengan apa yang dikatakan orang tua murid tersebut, “itu tidak benar kami pihak yayasan sudah berikan keringanan terhadap orang tua dan bahkan yang lain juga mencicilnya sampai dengan lunas, untuk pembayaran perpisahan kemaren yang pembayarannya sebesar Rp. 700.000′- itu diluar kewajiban sekolah mungkin siswanya yang maksa minta ikut perpisahan, bahkan untuk legalisir Ijasah ( foto kopy Ijazah) kami tidak meminta bayaran gratis,” katanya. (Heri.s)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here