Kontraktor Polisikan Media dan LSM

114
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BEKASI
Kuasa Hukum CV. Ratu Vera Pratama Duta, perusahaan beralamat dikabupaten Bogor melaporkan laman Reaksi News dan Reaksi Nasional, ke Polres Metro Bekasi Kota pada Minggu 24 September 2017,

laman tersebut dianggap mencermarkan nama baik perusahaan milik Kliennya CV. Ratu Vera Pratama Duta yang mengerjakan proyek Rehabiltasi Fungsi Jaringan Irigasi D.I Cibeureum, dimulai pengerjaan 04 agustus 2017 dan akhir pelaksanaan 11 november 2017.

Saat membuat laporan polisi Verawati Sulastri selaku Kontrakror didampingi oleh MN. Insank Nasruddin, SH, Aswar, SH dan Rocky Prawira Pasaeno, SH selaku tim kuasa hukumnya mendatangi Polres Metro Bekasi Kota, Minggu 24/09/2017.

Usai melaporkan di Polres Metro kota Bekasi, tiga pengacara yang mendampinginya, memperlihatkan, Surat Tanda Penerimaan Laporan/Pengaduan, nomor : LP/1648/K/IX/2017/Restro Bekasi Kota.

Menurut ketua tim kuasa hukum Insank Nasruddin “berita terkait pencemaran nama baik klienya yang dimuat pada media Cyber Reaksi News tanggal 28 Agustus 2017 dan berita melalui media cetak Reaksi Nasional tanggal 11 September 2017 merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan atau sebuah rentetan peristiwa hukum yang bertujuan merusak nama baik perusahaan milik kliennya, yang selama ini record perusahaan tersebut sangat baik dimasyarakat maupun di instansi sambung Insank,” terangnya.

“Yang sangat ironis pekerjaan dimulai tanggal 4 Agustus 2017, lalu pada tanggal 28 Agustus 2017 sudah mulai diberitakan, jika dianalisa pekerjaan dimulai baru 24 hari, artinya masih tahap awal, pengerjaan diukur dari waktu 100 hari, kemudian dituding sebagai pemborong nakal, sementara pengerjaan proyek tersebut sangat diawasi oleh Dinas PUPR dan proyek tersebut telah memiliki bukti data yang akurat sesuai RAB dan dijalankan sesuai prosedur sehingga steatment oknum LSM yang menduga tak ada pengawasan pada proyek tersebut adalah keliru dan tidak berdasar,” tegas Insank.

Lanjut insank “berita pada tanggal 11 September 2017 dengan judul “PROYEK REHABILITASI IRIGASI CIBEUREUM DI-DUGA MARK UP dan pada isinya memuat tudingan sarat KKN adalah berita yang sama sekali tidak benar, tidak berdasar dan bersifat asumtif, lalu dikonsumsi oleh masyarakat luas melalui pemberitaan, hal itu tentu telah mencederai nama baik perusahaan klien kami yang mengerjakan proyek pemerintah secara benar dan jujur, bahkan untuk Proyek Rehabilitasi Irigasi Cibeureum sama sekali klien kami belum melakukan penagihan yang menjadi haknya kepada pemerintah, namun sudah dituding melakukan hal tidak benar oleh LSM, tentu memberikan trauma secara pribadi kepada klien kami untuk mengerjakan proyek-proyek pemerintah kedepannya, sementara perusahaan-perusahaan yang memiliki rekam jejak baik wajiblah diberikan perlindungan hukum,” ungkapnya.

“setelah pemberitaan sarat pencemaran nama baik yang dialami klien kami Verawati Sulastri, ternyata klien kami juga telah dihubungi via WA oleh salah satu terlapor inisial GT yang meminta untuk melakukan mediasi yang bermuara pada permintaan nominal, namun karena klien kami tetap bersandar pada prosedur yang benar dan merasa tidak melakukan kesalahan atas pembangunan irigasi tersebut, sehingga permintaan GT ditolak oleh klien kami, dan kami telah miliki bukti itu, sehingga atas permintaan nominal itu secara terang, kita dapat menyimpulkan apa yang menjadi motif terlapor dan kami selaku kuasa hukum berharap Polres Metro Bekasi Kota bisa bertindak cepat, mengusut kasus ini dan menangkap dalang yang merekayasa pemberitaan dugaan pencemaran nama baik tersebut,” tutup insank. (Tengku YusRizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here