Polisi Ungkap Pelaku Duel Gladiator Yang Menewaskan Siswa Budi Mulya

197
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – Kapolresta Bogor Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya bersama Kasat Reskrim mengungkap 4 tersangka  kasus duel ala Gladiator antar pelajar atau biasa disebut Bom Boman yang menewaskan siswa Budi Mulya. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan jumpa pers di Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat. Keempat tersangkat tersebut ditangkap kemarin malam tanpa perlawanan.

Adapun diantaranya ber inisial BV selaku tersangka yang melakukan langsung “pertarungan ala gladiator” dengan lawan Hilarius, tersangka BV di tangkap di Jogja, HK selaku tersangka yang menyuruh melakukan di tangkap di Bogor, lalu MS berperan sebagai wasit atau membiarkan aksi kekerasan itu terjadi di tangkap di bandung dan TB yang menyuruh dan melakukan di tangkap di bogor.

Pihak Kepolisian dalam hal ini masih belum bisa menangkap PR dan TT hingga saat ini, mereka tersangka yang masih belum tertangkap ikut berperan menyuruh dan menunjuk dalam pertarungan ala gladiator
Kombes Pol Ulung menjelaskan dalam penangkapan terhadap para tersangka tersebut berdasarkan pengembangan informasi tetantang keberadaan tersangka dari beberapa saksi, dan “rata-rata yang telah tertangkap adalah anak sekolah aktif” jelasnya.

Ia pun menambahkan, dari keempat tersangka tersebut BV yang merupakan pelaku utama karena sampai menewaskan Hilarius pada saat pertarungan ala gladiator di Lapangan yang berada area kelurahan tegal gundil Bogor Utara.

Adapun dari beberapa informasi di indikasikan ”pertarungan ala gladiator” sebelumnya sudah berjalan kurang lebih selama 4 tahun lamanya, kasus ini pun tidak terekspose karena selama ini masih belum ada korban, hingga timbulah korban Hilarius .

Dari hasil otopsi dari yang di sampaikan oleh dokter forensik kesempulan sementara ada sebanyak empat luka robek di ulu hatinya dan ada benturan keras di hatinya dari hasil otopsi senin kemarin 18/9

Kombes Pol Ulung menegaskan, “untuk yang masih di bawah umur kita lakukan perlakuan khusus mengikuti undang-undang perlindungan anak”ujarnya.

keempat tersangka pun terjerat Pasal 80 Jo pasal 76 huruf C Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan terancam hukuman pidana 15 tahun penjara. (ry/rhn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here