PT. KAI Tak Perdulikan Korban Yang Tewas Yang Terserempet Kereta Di Bogor

201
1
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Sekitar Pukul 10.00 WIB seorang pria yang pada mulanya tak diketahui Identitasnya di temukan tewas terserempet Kereta Api Jakarta – Bogor di Lintasan Rel Kereta Api Comuterline, Kp Kedungbadak RT. 07 RW.02 Kel. Kedungbadak Kec. Tanah Sareal, Kota Bogor.

Menurut keterangan saksi Nasrudin(27) kejadian tersebut bermula Sekitar jam 10.30 WIB , korban sedang dalam keadaan menyebrang di pinggir rel yang diduga terserempet Kereta Api, sehingga luka pecah pada kepala bagian samping kanan dan meninggal di tempat.

Kecelakaan ditangani oleh Polsek Tanah Sareal dengan melakukan tindakan evakuasi pada jenazah yang selanjutnya jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk di Visum.

Sesampainya di RS Bhayangkara Jenazah korban di over kembali ke RSUD Ciawi untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.

Sesampainya di RSUD Ciawi Pukul 12.00 WIB jenazah langsung diberikan tindakan Forensik, menurut petugas Forensik bahwa jenazah korban tidak didapati luka luar yang parah,

“hanya luka-luka lecet ringan saja, namun untuk luka dalam harus dilakukan otopsi untuk mengetahuinya,” ujarnya.

Belakangan didapati informasi dari Keluarga korban yang sedang menunggu diluar kamar jenazah, bahwa korban bernama Agung Permana Warga Kp. Dramaga Tengah, RT. 01 RW.02, Desa Dramaga Kec. Dramaga, Kabupaten Bogor.

Setelah dilakukan proses Perawatan jenazah di RSUD Ciawi, jenazah Korban atas permintaan keluarga dipulangkan kembali ke kediamanya.

Namun Saat dilakukan prosesi pemakaman jenazah pihak keluarga, Lili ayah korban mengatakan, bahwa tidak ada satupun pihak PT. KAI yang menghadiri pemakaman.

“Pihak KAI tidak ada yang datang, apa lagi mengucapkan belasungkawa terkait kejadian ini,” ujarnya.(Heri.s)

1 COMMENT

  1. Innalillahiwainnailaihirojiun.. Semoga semua amalnya diterima di sisi Allah Subhahuwata’ala.. Mungkin beliau lagi banyak masalah dan sengaja menabrakkan diri dengan Kereta dengan saksi yg melihat seolah menyebrang.
    1. Padahal jelas peraturannya dan pastinya sudah paham kalau mau nyebrang apalagi di rel keretaapi harus lihat kanan dan kiri pastikan kereta tidak ada yg lewat setelah itu baru menyebrang.
    2. Seharusnya pemda setempat menutup pintu perlintasan liar maupun resmi biar tidak ada lg korban jiwa. Pemda membuatkan Flyover/underpass sebagai alternatif apabila jalan itu dirasa penting untuk dilewati masyarakat.
    3. Keretaapi sudah punya jalurnya sendiri dan menjaga keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
    Untuk mengingatkan saja, karena kita semua adalah pelopor keselamatan perkeretaapian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here