AGEN LPG 3KG NAKAL LUPUT DARI PANTAUAN

221
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – PT.Pertamina ( persero)melalui marketing Oprational Regional ( MOR )III jawa bagian barat menyatakan Area Manager Communication and Relations MOR III JBB, Yudy Nugraha mengatakan, hal ini menindaklanjuti pemberitaan mengenai HET LPG 3 kg di Jabodetabek. Pertamina telah melakukan tinjauan langsung ke lapangan dan tidak ditemukan adanya pangkalan yang menjual di atas HET.

Berdasarkan ketentuan dari pemerintah, Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di Jabodetabek untuk keperluan rumah tanggadan usaha mikro pada titik serah di agen dan pangkalan resmiadalah Rp 16.000. Sedangkan harga di tingkat pengecer berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 20.000. Dengan demikian harga jual di pangkalan dan agen harus sesuai dengan HET.

Lebih lanjut Yudi mengatakan jika terbukti ada agen atau pangkalan yang menjual di atas HET maka pihak Pertamina akan memberi sanksi pada sang pelanggar, baik berupa teguran, pengurangan alokasi, maupun dihentikan pasokan gasnya. “Agar harga lebih pasti, kami imbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kg di penyalur resmi,” tandasnya ( seperti di lansir Sindonews jumat tgl 21/7/17 )

Namun pada kenyataanya masih
​Beredar kabar adanya penjualan LPG Bersubsidi 3Kg yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di wilayah Desa Cimanggis Kec. Bojonggede, Harga yang harusnya Rp. 16.000,- malah menjadi Rp. 17.000,- oleh pangkalan Gas, yang mendorong tim investigasi Bharata News menggali kebenaran kabar berita yg beredar tersebut, yang akhirnya kami berhasil menemukan salah satu pangkalan yang diduga menjual LPG 3kg melebihi harga eceran tertinggi ( HET ) tersebut.

Pemilik pangkalan mulanya engan dan mengelak saat di wawancarai,namun pada akhirnya dirinya akui menjual gas LPG 3kg ke pemakai Rp. 17.000,- per tabungnya,ironisnya menurut keterangan pemilik pangkalan hal tersebut di ketahui oleh Agen.

Pangkalan S“Saya memang menjual 17 ribu tapi itu saya udah ngomong ke Agen, dia bilang ‘kalo bisa 16 ribu aja, tapi kalo lebih resiko ditanggung sendiri’ gitu,” katanya, Sabtu (9/9)

Namun penanggung jawab Agen LPG PT. Tiga Anisa Lindra, Jimmy yang membina 3 pangkalan diwilayah tersebut saat reporter pintai keterangan, membantah adanya restu maupun keringanan aturan yang diberikan kepada pangkalan.

“Saya tidak merestui adanya Gas LPG yang dijual diatas 16 ribu, jika memang ada pasti sudah saya tegur pangkalanya,” ujarnya, Sabtu (9/9).

Jimmy juga mengatakan dirinya sudah memperingatkan kepada pangkalan agar tidak menjual diatas Rp. 16.000,- jika tidak ingin dicabut hubungan kerjasamanya.( Heri.s )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here