LBH Lintas Nusantara : Desak Polres Bogor Untuk Usut Tuntas Adanya Kasus Dugaan Pencabulan Di Gunung Sindur

160
0
SHARE

BHARATANEWS.ID – Anak merupakan aset bangsa, sebagai bagian dari generasi anak berperan sangat strategis sebagai penentu suksesnya suatu bangsa. Peran strategis ini disadari oleh masyarakat internasional untuk melahirkan sebuah konvensi yang intinya menekankan posisi anak sebagai manusia yang harus mendapatkan perlindungan atas hak-hak yang di milikinya.

Indonesia merupakan salah satu dari 192 negara yang telah meratifikasi Konvensi Hak Anak (Convention On The Right Of The Children) pada tahun 1990. Dengan meratifikasi konvensi ini, Indonesia memiliki kewajiban untuk memenuhi hak-hak anak bagi semua anak tanpa kecuali, salah satu hak anak yang perlu mendapat perhatian dan perlindungan adalah hak-hak anak yang mengalami kekerasan seksual.

Pada tahun 1997 terjadi kasus yang menghebohkan, seorang laki-laki bernama Siswanto atau yang lebih dikenalndengan sebutan “Robot Gedek” telah di vonis hukuman mati karena terbukti secara sah melakukan perbuatan cabul terhadap anak laki-laki di bawah 13 (Tiga belas) tahun dan kemudian membunuhnya.

Kemudian pada tanggal 28 Juli 2017, kasus dugaan kekerasan seksual harus terjadi kembali di Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, yang mana korban berinisial *”VKA”* (5 Tahun) di duga telah dicabuli oleh seorang pelaku yang masih memiliki hubungan keluarga. Atas dasar keterangan dan bentuk pengakuan dari korban, *”VAP”* (26 Tahun) selaku ibu kandung korban, telah melaporkan adanya dugaan peristiwa tindak pidana pencabulan tersebut kepada pihak Kepolisian Resor Bogor pada tanggal 29 Juli 2017.

Pihak keluarga yang belum mendapatkan rasa keadilan atas kasus yang dialaminya tersebut, akhirnya mendatangi dan mengadukan sekaligus meminta pendampingan serta bantuan hukum kepada LBH Lintas Nusantara. Terhitung sejak tanggal 11 Agustus 2017, orang tua korban telah resmi dan sah secara hukum memberikan kuasa penuh menunjuk pengacara guna membela kepentingan hukum korban.

Menurut Devid Oktanto selaku kuasa hukum korban, klien Nya harus mendapatkan keadilan dari pihak yang berwenang. Untuk mendapatkan keadilan tersebut jalan satu-satunya adalah melalui lembaga peradilan agar yang diduga sebagai pelaku tindak pidana tersebut menjadi jera dengan diberikanya sanksi pidana yang setimpal atas perbuatanya.

Jadi saya berharap agar pihak Kepolisian Resor Bogor, agar segera melimpahkan perkara ini kepada Kejaksaan Negeri dan selanjutnya dapat di serahkan ke meja hijau guna diperiksa, di adili dan diputus perkaranya mengingat sejumlah alat bukti sudah dihimpun seperti keterangan korban dan saksi korban, hasil visum et repertum, ahli pshikologi dari P2TP2A Kabupaten Bogor dan pakaian korban yang telah diserahkan kepada penyidik.

Lebih lanjut Devid mengatakan bahwasanya pengadilan yang seharusnya menjadi cerminan dari suatu keadilan, karena sebagai salah satu pelaksana hukum yaitu hakim diberi kewenangan oleh undang-undang untuk menerima, memeriksa, megadili dan memutus suatu perkara harus dapat berbuat Se adil-adilnya. Pungkasnya.,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here