Rusaknya Gedung Sekolah SDN Pabrik Es, Jadi Alasan Komite Pungut Iuran Ke Wali Murid

165
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Dana bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang digelontorkan oleh pemerintah sebesar Rp. 800.000/tahun persiswa dikali jumlah siswa = total x 10 % perawatan gedung dan Rp. 800.000/tahun/ persiswa dikali jumlah siswa = total x 15% Gaji guru honor, lalu sisanya dinilai tidak cukup untuk membiyayai semua operasional sekolah untuk PC,laptop, printer dalam 1 tahun 1 perangkat dan lain sebagainya.

Kalimat tersebut terlontarkan dari ucapan dua guru senior di SDN Pabrik Es Kota Bogor yang enggan disebutkan namanya. Dirinya mengakui, bahwa anggaran dana BOS yg di gelontorkan oleh pemerintah melalui kemendisdiknas ke kas Daerah yang dialokasikan ke sekolah dinilai tidak dapat memenuhi semua kebutuhan sekolah.

“Angaran dari total dana BOS kan cuma berapa persen sih? coba hitung saja,mana cukup mas untuk menutupi semua kebutuhan, belum lagi untuk menggajih guru honor 15%, merenovasi gedung 10% dari dana BOS ! sisanyapun untuk membeli sarana komputer dan lain lain gak cukup, laptop aja itupun punya guru, soalnya dalam 1 tahun hanya dianggarkan 1, sedangkan siswanya banyak ya. Cepet rusak, untungnya dia bersedia lapatopnya dibawa ke sekolah dan setelah selesai jam mengajar ya di bawa lagi”, tuturnya.

Dengan kondisi gedung SDN Pabrik Es Kota Bogor yang sangat memprihatinkan, banyaknya atap kelas dan ruangan sudah berlubang, terkesan terbelakangnya pembangunan di Sekolah tersebut.

Hal ini membuat komite sekolah berinisiatif tentunya atas pesetujuan kepala sekolah untuk melakukan pungutan sukarela kepada para orangtua siswa.

Namun belakangan ini beredar kabar dengan pungutan iuran melalui Komite untuk sarana perpustakaan sebesar 20.000-25.000/siswa ,khusus untuk siswa kelas I 50.000/siswa kelas, dan untuk Lembar Kerja Siswa (LKS) pada tahun lalu, dengan nominal Rp. 80.000/ 10 LKS .

Hal tersebut dikeluhkan orangtua siswa yang enggan disebut namanya.

“Sebetulnya tidak sedikit yang keberatan dengan adannya pungutan pugutan biaya yang di lakukan melalui komite, lalu dana BOS itu untuk apa saja? kalau terus terang kan gak mungkin kami sampaikan”, ujarnya

Adanya pungutan komite untuk gedung perpustakaan dan pengadaan komputer yang nominalnya kalau dihitung global cukup fantastis nilainya.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kamila yang semula eggan memberikan keterangan dan bahkan ia mengaku sebagai wakil komite, namun setelah kami telusuri lebih lanjut ternyata Kamila tersebut benar ketua Komite sekolah,dan pada akhirnya dirinya akui,
Ini penjelasannya terkait hal tersebut,

“betul kita pungut iuran partisipasi, gak masalah sih kalo gak ngasih kata sayakan yang merasa terpaksa ngasih ya gak usah, ya kalo merasa mau berbagi kenapa tidak,” jelasnya, Senin (7/8)

Selain itu masih adanya pungutan lain yg di bebankan ke orangtua siswa,Iuran dilakukan untuk biaya perpisahan, jalan-jalan dan Ijazah yang dipungut setiap satu bulan sekali sebesar Rp. 150.000/siswa dan baru baru ini (2017) komite pun mengesahkan melalui rapat komite dan di ketahui kepala sekolah memungut dengan dasar tabungan untuk THR guru yang pemberian nya nanti bisa uang tunai atau bingkisan (Kado) pembagianya disaat menjelang hari raya tiba.

Terkait jalan-jalan dan tabungan partisipasi untuk THR guru tersebut ketua komite juga membenarkan bahwa diadakan study tour setahun sekali yang pembiayaannya ditanggung oleh orangtua, yang nominalnya tergantung jalan-jalanya kemana dan THR dalam bentu bingkisan

Kamila mengatakan, “tahun kemarin sih ke Jungle Land ya, sekalian perpisahan kelas 6, yang mau ikut silahkan, yang tidak juga gak apa-apa, namun tahun lalu saya gak ikut, kalau THR tahun lalu itu sukarela terkumpulnya berapa total uangnya kita belikan kado untuk ngasih guru yang di berikanmya hampir mendekati hari Raya, kalau bentuk tabungan baru tahun ini kami sepakatinya dan semua itu tentunya di ketahui oleh kepala Sekolah”, tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here