Mendengar Kabar Ibu Saksi di Intimidasi, LPSK Datangi TK Mexindo

265
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Dugaan kasus pencabulan di TK Negeri Mexindo yang menimpa QZA (5) siswi yang pernah bersekolah di TK tersebut, kini menuai ketidaknyamanan atas tekanan, bully-an, intervensi, dan intimidasi dari berbagai pihak kepada Pelapor maupun Terlapor.

Namun ternyata perlakuan tersebut tidak hanya dirasakan oleh Pelapor dan Terlapor saja, tetapi dirasakan juga oleh DS, ibunda AT yang mengetahui kejadian tersebut.

DS menceritakan pada saat dirinya menunggu AT pulang sekolah, ia melihat ada penjagaan yang melarang wartawan untuk masuk kedalam TK negeri Mexindo, lalu orang yang sedang menjaga tersebut meneriaki dirinya sedang merekam kejadian tersebut, ia pun langsung didatangi oleh wartawan yang berada didepan sekolah tersebut.

“Padahal saya ga ngerekam, itu saya lagi whatsappan sebenernya pas kejadian. Nah pas kejadian wartawan mau masuk kesekolah terus di halangin sama ibu – ibu, saya emang lagi posisinya megang hp, saya tiba – tiba di teriakin sama ibu – ibu itu katanya saya ngerekam video. Di datangi lah saya sama wartawan yang mau masuk itu, marah – marah sama saya. Terus dateng lagi ibu – ibu yang jaga didepan gerbang sekolah tadi, ngusir saya, minta dihapus video nya sampai bilang ambil aja hp nya”, ujarnya kepada bharatanews (24/08).

Tidak hanya itu, DS juga mengatakan dirinya mendapat kabar dari orang tua murid di TK Negeri Mexindo bahwa jika terlapor U terbukti tidak bersalah, Saksi AT harus keluar dari TK Negeri tersebut.

“Anak saya disuruh keluar dari TK Mexindo kalau U terbukti gak bersalah.Gak tau itu omongan dari siapa, yang jelas saya denger kabar itu dari orang tua murid, ada yang ngomong ke saya. Padahal saya masih sekolahin anak saya disitu sampai saat ini, karna saya masih mempercayakan anak saya untuk belajar disana. Ini kan diduga dilakukan oleh oknum yang bekerja disana, bukan berarti seluruh sekolahnya”, ujarnya.

Menanggapi hak tersebut, Susilaningtias Tenaga Ahli dari Lembaha Perlindungan Saksi & Korban (LPSK) mengatakan setelah dirinya mendengar berita dan melihat video kejadian pada saat Ibu Korban di bully dan di Intimidasi oleh sejumlah orang di lingkungan Sekolah, dirinya langsung mendatangkan Staff LPSK ke Sekolah TK Negeri Mexindo untuk mempertanyakan kejadian tersebut kepada Kepala Sekolah.

“Kami langsung menyuruh staff LPSK kroscek kesana, dan staff kami bertemu dengan Ibu Kepala Sekolah. Kebetulan ada perwakilan dari orang tua murid juga”, ujarnya (25/08).

Susi menceritakan, Staff LPSK meminta kepada Kepala Sekolah agar Saksi dan Ibu Saksi tidak boleh mendapat tekanan, intervensi dan intimidasi oleh siapapun.

“Saksi seharusnya gak boleh diganggu, karena ini sedang dalam proses hukum, harus tetap berjalan. Menjadi saksi adalah kewajiban. Dan Kalaupun anak yang menjadi saksi, anak masih memiliki hak untuk sekolah disitu. Sehingga tidak boleh lagi adanya ancaman”, tegasnya.

Ia mengatakan pihak Sekolah tidak mengetahui apa yang telah dialami oleh DS. Menurutnya, pihak Sekolah mendukung LPSK untuk melindungi dan mendampingi DS dan anaknya yang menjadi saksi agar tidak mendapat perlakuan seperti itu lagi.

“Pihak Sekolah mendukung, karena mereka mengatakan tidak begitu tau ada fakta seperti ini. Akhirnya wakil dari wali murid memahami apa yang disampaikan oleh Staff LPSK dan pihak Sekolah menyampaikan hanya khawatir dengan adanya wartawan yang datang saja”, tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here