LPSK Dan KPAI Temui Keluarga Korban Pencabulan Di TK Negeri Mexindo

185
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Setelah sebelumnya Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban (LPSK) Dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendatangi TK Negeri Mexindo untuk meminta informasi terkait kasus pencabulan yang menimpa QZA (5) siswi yang pernah sekolah di TK tersebut, LPSK dan Komisioner KPAI Retno Listyarti berlanjut menemui korban dan MF ibu korban di Mc’D lodaya Bogor (23/08).

Dalam pertemuan tersebut, Tenaga Ahli Divisi Penerimaan Permohonan LPSK, Susilaningtias menawarkan kepada Ibu korban untuk perlindungan fisik, bantuan medis dan psikologis anak.

“Kami menawarkan kepada ibukorban untuk perlindungan fisik, memfasilitasi bantuan medis dan kita juga bisa bantu pemulihan psikologi anak. Selain bisa memulihkan anak, pemulihan psikologi bermanfaat juga ketika dia dimintai keterangan, nantinya bisa enjoy dan gak trauma”, ujarnya kepada bharatanews.

Tidak hanya untuk anak, Susi juga menawarkan bantuan kepada Ibu korban untuk perlindungan dari ancaman serta intervensi kepada Ibu Korban, mengingat dengan viralnya kasus pencabulan di TK Negeri Mexindo, tidak menutup kemungkinan akan adanya intervensi ataupun ancaman kepada keluarga Korban.

“Kalau untuk keluarga korban, mungkin lebih untuk perlindungan intervensi dan ancaman, itu kami bisa menyediakan keamanan fisik selama 24 jam ataupun hanya memonitoring dan kita bisa pantau dari jauh”, tuturnya.

Selain itu, Komisoner KPAI Retno Listyarti menceritakan bahwa dirinya baru mengetahui kasus pencabulan yang dialami oleh QZA melalui media.

“Saya baru tau dari media, karena gak pernah ada laporan ke kami, tidak tahu kalau untuk komisioner sebelumnya, karena saya baru dilantik tanggal 31 Juli. Selama aktif bertugas, tidak ada yang melaporkan kasus ini ke kami”, jelasnya.

Dengan adanya kasus pencabulan di TK negeri Mexindo, Retno mengatakan akan melakukan pengawasan kepada Korban dan Keluarganya untuk memastikan korban telah mendapat penanganan dan pendampingan dalam perkara pencabulan tersebut.

“KPAI akan terus melakukan pengawasan kepada korban dan keluarganya, memastikan telah mendapat penanganan. kalau LPSK punya kewenangan mendampingi dan melindungi korban, keluarga korban dan saksi, kalau KPAI punya kewenangan terbatas, hanya melakukan pengawasan. Yang jelas kami akan memastikan kalau korban dan keluarganya telah mendapatkan penanganan, dan pendampingan”, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here