Korban Pencabulan di TK Negeri Mexindo Lakukan Pemeriksaan Psikologi di P2TP2A Kota Bogor

222
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – QZA yang diduga menjadi korban pencabulan di TK Negeri Mexindo Kota Bogor siang tadi kembali melakukan pemeriksaan psikologi di Ruang P2TP2A (23/08).

MF Ibu Korban menceritakan, dalam pemeriksaan tersebut, QZA masih mengingat nama Terlapor U pada saat ditanya oleh Qori selaku Psikolog P2TP2A.

Korban menyatakan bahwa dirinya lebih enak disekolah barunya ketimbang sekolah yang lama yaitu TK Negeri Mexindo. MF juga mengatakan bahwa QZA sempat melontarkan perkataan bahwa dirinya takut ‘ditembak’ oleh terlapor U.

“Pas ditanya bu Qori ada yang nakal apa engga waktu di TK Mexindo, awalnya QZA gamau cerita, tapi akhirnya QZA bilang kalau dia takut ‘di tembak’ sama U. Dulu juga kan saya pernah nanya dia diapain aja sama U, dia juga gakmau cerita, bilangnya karna dia takut ditembak sama pak U”, ujarnya kepada bharatanews.

Setelah pemeriksaan psikologi di P2TP2A, pemeriksaan berlanjut di TKP TK Negeri Mexindo untuk pemeriksaan Asasment Psikologi.

Qori, Psikologi P2TP2A mengatakan dalam pemeriksaan di P2TP2A membenarkan bahwa pada saat pemeriksaan, QZA sempat mengucap nama terlapor.

“Tadi korban sempet ngucap nama terlapor. Kalau memori anak masih inget, itu pasti. Kalau trauma mungkin masih ada”, tuturnya.

Qori juga mengatakan akan terus melakukan pendampingan seterusnya untuk korban maupun keluarga dalam proses persidangan nanti.

“Kami akan terus melakukan pendampingan kepada korban maupun keluarga korban, therapy secara berkala sampai anak pulih dan terus mensupport keluarga korban”, tuturnya.

Ia berharap kasus tersebut bisa segera tuntas dan korban dapat pulih seperti sedia kala.

“Saya berharap kasus ini bisa segera tuntas dalam penanganan kasus hukumnya serta yg paling utama anak dapat pulih kembali seperti sedia kala.

Dibutuhkan kerjasama yang baik dan saling support dari berbagai pihak terkait serta mensupport kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini sampai tuntas. Dan Mudah – mudahan nanti hasil dari pemeriksaan psikologi tadi sudah cukup untuk di cek oleh polisi”, harapnya.

Selain itu, Kuasa hukum ibu korban, Prastyo Tomo yang akrab disapa Pras dari Tim Advokasi Sang Pembela, menjelaskan mengapa QZA harus dilakukan pemeriksaan ulang di P2TP2A, padahal sebelumnya sudah pernah diperiksa.

“Walaupun korban sudah diperiksa di P2TP2A sebelumnya, ternyata masih dibutuhkan juga untuk menambah kesesuaian keterangan”, terangnya.

Ia juga mengatakan dalam pemeriksaan dan asasment psikolog di TKP TK Negeri Mexindo untuk pra reskonstruksi perkara.

“Jadi kalau pemeriksaan di TKP itu untuk pra rekonstruksi perkara. Tataletaknya seperti apa, kejadiannya dimana, dan nanti juga diambil dalam persepektif korban”, tuturnya.

Untuk langkah selanjutnya, Pras bersama Tim Advokasi Sang Pembela Donald Silain dan Gerry Permana akan terus mengawal perkara kasus pencabulan di TK Negeri Mexindo tersebut hingga P21 ke Pengadilan.

“Kami akan terus mengawal perkara ini sampai ke pengadilan. Kami juga berharap terlapor bisa secepatnya ditetapkan sebagai tersangka agar kasus ini terang benderang. Biar putusan pengadilan nanti yang memutuskan, kami minta kepada kepolisian agar segera selesaikan kasus ini, tetapkan jadi tersangka lalu naik ke meja hijau. kkarna sudah ada visum yang mengatakan ada benda tumpul yang mencoba masuk ke alat kelamin korban”, tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here