IFLC Ikut Turun Tangan Membantu Korban Pencabulan Di TK Negeri Mexindo

180
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Beredarnya kabar kasus pencabulan di TK Negeri Mexindo (Mexico – Indonesia) yang menimpa QZA (5) siswi yang pernah sekolah di TK tersebut, membuat semua kalangan dari berbagai lembaga dan organisasi ingin turut membantu korban dan keluarganya.

Seperti yang dilakukan oleh Ade Irwan, Sheha A Habib dan Ika Safitri dari Indonesian Feminist Lawyer Club (IFLC) yang sengaja mendatangi MF Ibu korban pencabulan untuk memberikan bantuan kepada Ibu Korban dalam persoalan hukum.

Sheha A Habib mengatakan Tim IFLC sengaja datang menemui ibu korban untuk memberikan suport, dukungan bantuan secara moril atau yuridis agar perkara bisa segera disidangkan dan mendapat keadilan.

“Kami sengaja datang untuk memberi support kepada kelurga korban, Kami mendengar bahwa perkara ini cukup lama sampai 3 bulan belum selesai”, ujarnya kepada bharatanews.

Ia menceritakan Tidak hanya IFLC saja yang akan turun tangan, tapi IFLC bergabung dengan organisasi lain seperti Peradi Jakarta Barat, LBH dan lain nya.

“Kami baru mendapat informasi kasus ini dari ketua kami, lalu Kami bergabung dengan organisasi lainnya untuk ikut membantu korban dan keluarganya”, tuturnya.

Sheha sangat menyayangkan kasus pencabulan di TK Negeri Mexindo sudah 3 bulan masih juga belum terselesaikan.

“Kami amat sangat menyayangkan, walaupun kami belum mengetahui secara pasti hambatan yang terjadi, kami tidak mau berspekulasi, artinya menyudutkan pihak manapun. Kami hanya merasa heran kenapa kasus ini bisa lama sekali selesainya. Karna kni tindak kekerasan seksual pada anak, bukan hal yang spele. Ini harus ditindak lanjuti lebih cepat!”, tegasnya.

Selain itu Ade Irwan menanggapi kasus pencabulan yang terjadi ditengah penghargaan Kota Layak Anak yang diterima oleh Kota Bogor.

Ia mengatakan Pemkot Bogor harus lebih memperhatikan korban dan keluarganya dan bisa mendorong pihak terkait untuk bisa menyelesaikan perkara tersebut lebih cepat.

“Pemkot setempat harus lebih memperhatikan, apalagi ini TK negeri, harusnya lebih dapat perhatian lebih khusus lagi”, ujarnya.

Ia juga mengatakan sebagai anggota IFLC dirinya merasa prihatin dan akan terus memberikan dukungan secara penuh kepada korban dan keluarganya.

“kalau saya dengan posisi ini sangat prihatin sebagai anggota IFLC. Atas nama lembaga, kami akan memberi dukungan secara utuh, secara penuh dan berkolabirasi dengan tim yg sudah ada, agar kasus ini bisa terungkap dan dibawa ke ranah pengadilan. Karna ini bukan main – main, membawa nama baik kota layak anak”, tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here