Puluhan Makanan Legendaris Yang Wajib Dicoba

124
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | LIFESTYLE – Mal Ciputra Jakarta dalam memeriahkan HUT RI ke-72, kembali menggelar event kuliner yang dinanti seluruh pengunjung setia Mal Ciputra Jakarta  bertema “KAMPOENG LEGENDA.”

Event yang mengangkat kekayaan kuliner Legendaris Nusantara ini akan berlangsung mulai 9 sampai 20 Agustus 2017 di area di Center Court, lantai Lower Ground Timur dan Utara Mal Ciputra Jakarta.

Salah satu cara melestarikan budaya adalah lewat jajanan dan santapan kuliner asli nusantara agar tidak punah.

Kuliner memang dianggap media yang tepat untuk menyuarakan dan memperkenalkan budaya asli bangsa.

Atas dasar itu Mal Ciputra Jakarta bekerja sama dengan JIISCOMM secara rutin menggelar Kampoeng Legenda agar bisa mempromosikan ke generasi penerus.

“KAMPOENG LEGENDA kami hadirkan guna memenuhi kerinduan para pecinta kuliner legendaris nusantara sekaligus menjaga dan melestarikannnya di tengah gempuran makanan asing yang semakin berkembang. Selama 2 pekan para pengunjung tidak perlu ke tempat asalnya untuk mendapatkan makanan-makanan legendaris impian, cukup ajak keluarga berkunjung ke Mal Ciputra Jakarta untuk bernostalgia sekaligus menikmati lebih dari 90 stand makanan legendaris serta 19 jenis soto nusantara,” ujar Rusly Agus Aryanto, Direktur Mal Ciputra Jakarta.

Salah satu suku yang memiliki ragam kuliner legendaris adalah Betawi, yang terkenal dengan Gabus Pucung, Kerak Telor, Nasi Uduk, Soto Betawi, Asinan Betawi yang masing-masing sudah ramah dengan lidah masyarakat Indonesia, terutama warga Jakarta.

Apabila pergi ke Sumatera Barat, siapa yang tidak kenal dengan Nasi Padang, Nasi Kapau, Martabak Kubang, Rendang dan Bubur Kampiun yang menjadi ciri khas.

Suku Jawa sangat kaya akan kulinernya, karena terbagi menjadi Jawa Barat, Timur dan Tengah yang mana masing-masing memiliki kuliner legendaris yang wajib dicicipi. Serta beragam kuliner dari suku-suku lainnya yang tidak bisa dilewatkan.

Contohnya Nasi Uduk Haji Yoyo berdiri sejak tahun 1970, yang unik dengan nasi uduk ini karena dimasak dengan menggunakan kayu bakar tekstur nasi uduknya tidak berlemak dan sambel kacangnya yang tidak diragukan lagi keenakannya.

Yang membedakan Bebek Sinjay dengan bebek lainnya terletak pada sambalnya, dibuat dari paduan irisan manga muda dan cabe merah yang super pedas, serta kelezatan bebek yang diolah dengan berbagai macam bumbu rempah-rempah Madura.

Yang paling menarik Bebek Sinjay pantang menggunakan bebek di luar Bangkalan Madura, harus mengambil bebek yang dari Bangkalan, Madura sejak tahun 2004.

Lain lagi dengan Rumah Makan Heng Mien Tinoor Manado, yang hadir sejak tahun 1950 selain terkenal dengan makanannya yang enak, dikenal dengan suasana yang sejuk dan tenang lantaran berada di atas puncak pegunungan Tomohon, Manado.

Mengangkat tema menu Minahasa, pengunjung tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati nikmatnya kuliner di Restauran Heng Mien.

Makanan unggulannya seperti sate ayam, sate ragey, ayam rica, tinorangsak, sayur pahit, sayur acar, bia renga, ayam kari dan masih banyak menu lagi yang tak kalah enaknya.

Ciri khas dan cerita unik yang melatarbelakangi kelahiran kuliner menjadi sorotan utama pada event ini. Beberapa kuliner legendaris yang dapat dicicipi pengunjung di KAMPOENG LEGENDA Mal Ciputra Jakarta, diantaranya: Bebek Sinjay Bangkalan Madura (2004), Rumah Makan Heng Mien Tinoor Manado (1950), Sambel Bu Rudy Surabaya (2000), Nasi Uduk Haji Yoyo Jakarta (1970), Sate Babi Bawah Pohon Denpasar Bali (1997).

Kemudian Ayam Goreng Warung Doyong Bogor (1976), Kupat Tahu Gempol Bandung (1965), Nasi Kapau Bukit Tinggi Kramat Soka (1971), Soto AHRI Garut (1948), Es Kopi Tak Ki Gang Gloria Kota (1927), Nasi Jamblang Mang Dul Cirebon (1970), Martabak Kubang Hayuda Jakarta (1969), Gudeng Yu Djum Yogyakarta (1950), Lontong Balap Bioskop Ria Surabaya (1959).

Serta Ketan Susu Kemayoran Jakarta (1958), Tahu Tek dan Rawon Cak Kahar Surabaya (1960), Nasi Liwet Wongso Lemu Solo (1950), Bale Raos Yogyakarta (2000), Es Durian Iko Gantinyo Padang Sumatera Barat (1986),  masih banyak lagi kuliner tempo dulu lainnya yang dapat ditemukan di “Kampoeng Legenda”, Mal Ciputra Jakarta.

Selagi menikmati aneka kuliner tersebut, Mal Ciputra Jakarta juga menyuguhkan hiburan live music lagu-lagu daerah mengiringi pengunjung yang menikmati makanan Kampoeng Legenda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here