Perlindungan Anak Bagi Anak di Kota Bogor

189
0
SHARE

Press Release

Tim Hukum dan Advokasi Sang Pembela “Sugeng Teguh Santoso”

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Sugeng Teguh Santoso yang dikenal sebagai sang pembela, sejak awal sangat concern mengenai perlindungan anak di kota Bogor. Karena bagi Sang Pembela, Anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara. Agar kelak mampu bertanggung jawab dalam keberlangsungan bangsa dan negara.

Setiap anak perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental, maupun sosial. Untuk itu, perlu dilakukan upaya perlindungan untuk mewujudkan kesejahteraan Anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya tanpa perlakuan diskriminatif.

Pada tanggal 30 Juli 2017, Sang Pembela (Sugeng Teguh Santoso) telah mendapatkan pengaduan dari MF (inisial) mengenai Dugaan Tindak Pidana pelecehan seksual yang dialami oleh anak kandungnya QZA pada tanggal 10 Mei 2017 yang diduga dilakukan oleh UD, Oknum PNS yang bekerja sebagai penjaga sekolah di TK Negeri Mexindo yang notabanenya adalah TK Negeri di Kota Bogor, pada saat Korban baru selesai mengikuti pelajaran sebagai siswi di TK tersebut.

Saat ini Perkara tersebut sedang dalam penanganan Kepolisian Resort Kota Bogor dan teregister dengan nomor Laporan polisi LP/476/V/2017/JBR/RESTA BOGOR KOTA. dalam aduannya, ibu korban menceritakan mengenai mangambangnya perkara yang dilaporkannya sejak tanggal 12 mei 2017 tersebut. Dalam ceritanya, MF menerangkan bahwa dirinya sama sekali tidak mendapatkan surat pemberitahuan mengenai perkembangan perkara yang menjadi haknya. Selain itu, perkara tersebut belum naik ke tahap penyidikan dan penetapan tersangka, padahal telah terbukti adanya peristiwa hukum berupa kekerasan seksual yang dialami oleh QZA anak kandung dari MF yang telah dibuktikan melalui Visum ET Repertum dari rumah Sakit PMI.

Mendengar pengaduan tersebut, Sang Pembela menginstruksikan agar Tim Hukum dan Advokasi Sang Pembela ‘Sugeng Teguh Santoso’ untuk mendampingi ibu Korban, dan concern terhadap hal tersebut.

Hal ini dikarenakan terdapat salah satu hak anak yang terlanggar yaitu hak untuk mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan Kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain, in casso (vide pasal 9 ayat 1a Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Jo. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak).

Atas hal tersebut di atas, maka Tim Hukum dan Advokasi Sang Pembela ‘Sugeng Teguh Santoso’ menyatakan :

1. mendesak agar Kepolisian Resort Bogor Kota agar meningkatkan perkara tersebut ke tahap penyidikan dan segera menetapkan tersangka dalam perkara tersebut, dan melaksanakan tugasnya secara professional, hal ini mengingat ketentuan sebagaimana dimaksud di dalam pasal 20 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Jo. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang menyebutkan dengan tegas bahwa Negara, Pemerintah dan Pemerintah Daerah memiliki tanggung jawab terhadap perlindungan anak, sehingga dengan demikian sebagai perpanjangan tangan negara dalam hal penegakan hukum di Kota Bogor. Polresta Bogor Kota harus menyelesaikan perkara a quo secara professional sehingga perkara tersebut segera masuk dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Kota Bogor.

2. Mendesak agar Walikota Bogor, sebagai pemegang tampuk kepemimpinan di Kota Bogor mengambil tindakan sebagai wujud pelaksanaan tanggung jawab Pemerintah Daerah, dengan memberikan sanksi tegas kepada sekolah tempat korban mengalami kejadian a quo, dan memberikan pemulihan kepada korban, hal ini adalah sebagai wujud pelaksanaan kewajiban kepala daerah sebagaimana disebut di dalam pasal 15 dan pasal 20 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Jo. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

3. Mengundang masyarakat agar turut serta mengawasi penanganan perkara nomor Laporan polisi LP/476/V/2017/JBR/RESTA BOGOR KOTA demi tegaknya perlindungan anak bagi setiap anak di Kota Bogor.

Demikian siaran pers ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya yang baik, kami ucapkan terimakasih.

Bogor, 2 Agustus 2017
TIM Hukum dan Advokasi Sang Pembela

Sugeng Teguh Santoso, S.H.
Prasetyo Utomo, S.H.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here