Home Berita Utama Gelar Perkara Harus Memperhatikan Hak Anak Yang Menjadi Korban

Gelar Perkara Harus Memperhatikan Hak Anak Yang Menjadi Korban

245
0
SHARE

Press Release
Tim Hukum dan Advokasi Sang Pembela “Sugeng Teguh Santoso”

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Perkara Kekerasan seksual dengan nomor laporan polisi LP/476/V/2017/JBR/RESTA BOGOR KOTA, yang saat ini telah mendapatkan pendampingan oleh Sang Pembela yang juga dikenal sebagai Bapak Berpeci hitam melalui Tim Hukum dan Advokasi yang dibentuknya. Saat ini perkara tersebut telah memasuki tahap Penyidikan dan akan segera dilakukan Gelar perkara.

Melalui gelar perkara, Seharusnya anak mendapatkan perlindungan dari kejahatan seksual sebagaimana diamanatkan pasal 15 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Jo. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, karena sampai saat ini Penangan perkara Nomor : LP/476/V/2017/JBR/RESTA BOGOR KOTA oleh Polresta Bogor Kota, belum ditetapkan tersangka sehingga melalui gelar perkara itu. Seharusnya anak yang menjadi korban mendapatkan harapannya untuk mendapatkan perlindungan dengan ditetapkan terlapor sebagai tersangka.

Penetapan tersangka dalam perkara ini terkait erat dengan pasal 20 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Jo. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak disebutkan dengan tegas bahwa Negara, Pemerintah, Pemerintah Daerah memiliki tanggung jawab terhadap perlindungan anak, dimana dengan demikian maka pemerintah kota bogor dan juga Polresta Kota Bogor memiliki kewajiban untuk memberikan pemulihan berupa memberikan rehabilitasi juga menjamin agar proses hukum perkara Nomor : LP/476/V/2017/JBR/RESTA BOGOR KOTA dapat dilakukan dengan cepat dan menjamin perkara tersebut masuk ke Meja Hijau, bukan hanya berhenti di kepolisian.

Apabila hal itu tidak terpenuhi, maka Polresta Kota Bogor dan pemerintah Kota Bogor telah gagal dalam mewujudkan perlindungan anak, dan predikat Kota Layak Anak yang diterima oleh pemerintah Kota Bogor beberapa waktu lalu patut dipertanyakan, terlebih kejadian tersebut diduga dilakukan di TK Negeri Mexindo oleh UD oknum PNS Penjaga Sekolah di TK tersebut.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka Tim Hukum dan Advokasi Sang Pembela mendesak agar melalui Gelar perkara Nomor : LP/476/V/2017/JBR/RESTA BOGOR KOTA, Polresta Bogor Kota segera menetapkan tersangka dan melimpahkan perkara itu kepada Kejaksaan Negeri Bogor.

Demikian siaran pers ini kami sampaikan atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Bogor, 11 Agustus 2017
TIM Hukum dan Advokasi Sang Pembela

Sugeng Teguh Santoso, S.H.
Prasetyo Utomo, S.H.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here