Komnas Perlindungan Anak Bantu Usut Tuntas Kematian RS (8) Siswa SD di Sukabumi.

114
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Kematian RS (8) siswa kelas II SD Negeri di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi meninggalkan tanda tanya dan misteri. RS siswa kelas II SD meninggal dunia diduga karena dipukul teman sekelasnya (05/08), namun Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sukabumi menyimpulkan tidak ditemukan tanda-tanda pemukulan akibat benda tumpul di tubuh korban.

Komisi Nasional Perlindungan Anak mendorong Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sukabumi untuk memintai pertanggungjawaban pihak sekolah dan meminta pihak Polres Sukabumi untuk mengusut secara tuntas kematian si bocah malang RS.

Komnas Perlindungan Anak menyesalkan sikap dan kesimpulan dari Kadisdik Kabupaten Sukabumi yang menyimpulkan bahwa kematian RS karena riwayat kesehatan korban dan tidak ditemukan luka ditubuh korban.

Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menyayangkan pernyataan yang dilontarkan oleh Kadisdik.

“Pernyataan AR Kadisdik Kabupaten Sukabumi telah mendahului proses penyidikan. Sikap itu terlalu terburu-buru dan sangat disayangkan”, ujarnya.

Arist juga mengatakan Demi kepentingan terbaik anak dan membantu keluarga korban mengusut kematian RS.

“Komnas Perlindungan Anak segera menurunkan Quick Investigator Komnas Anak Tim Jawa Barat ke Sukabumi untuk menemui keluarga korban, pihak sekolah dan pihak-pihak lain guna menemukan bukti hukum untuk diserahkan kepada Polres Sukabumi sebagai bukti petunjuk untuk dikembangkan oleh tim penyidik”, tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here