Kades Palasari Garap Proyek ‘Siluman’

152
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Sejumlah warga di Kampung Babakan RW07, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, mempertanyakan besaran nilai bantuan dari pemerintah desa (Pemdes) setempat untuk pengerjaan betonisasi jalan lingkungan (jaling) sepanjang 1002 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 17 cm di wilayah mereka. Karena pihak desa tidak memasang papan proyek sehingga menimbulkan asumsi negatif, celakanya lagi pihak pelaksana dilapangan pun hingga saat ini tidak diberitahu besaran nilai maupun sumber dana yang dipergunakan.

” Kalau soal besaran dana maupun sumber anggaran naya tidak tau, karena pa Kades tidak memberitahu dan memang tidak dipasang papan proyek. Jadi, wajar saja kalau ada warga yang mempertanyakannya,” ungkap Manap (60) Ketua RW07 saat ditemui dilokasi.

Ia mengaku, dirinya hanya ditugaskan untuk mengecek dan mengawasi pengerjaan dilapangan dengan gaji Rp80 ribu perhari. Untuk jumlah pekerja, kata dia lagi, ada 35 orang yang berasal dari warga sekitar dan beberapa anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

” Yah kalau ada kekurangan material, saya langsung kontak pa Haji yang merupakan orang tua pa Kades. Soal kualitas material seperti pasir merah yang dikirim, saya juga tidak tahu menahu,” imbuhnya.

Direktur Analisa dan Kajian Publik, Rico Pasaribu, menyayangkan adanya pengerjaan jalan lingkungan di Desa Palasari yang dibiayai oleh duit rakyat tanpa memasang papan proyek dilokasi pengerjaan. Harusnya, kata Rico, pemerintah desa memberikan informasi kepada publik terkait pengelolaan keuangan desa.

” Harus ada transaparasi jangan ditutup-tutupi, ada kesan Kepala Desa menggarap proyek siluman kalau memang tidak ada papan proyek dilokasi pengerjaan,” ujarnya.

Rico juga mempertanyakan peran pendamping desa dengan adanya pengerjaan jalan lingkungan tanpa ada papan proyek. Menurut dia, pendamping desa semestinya memberikan penyuluhan atau sosialisasi tata cara pengelolaan anggaran desa berikut aturan transprasi informasi publik, juga pengawasan pembangunan dilapangan.

” Lah dimana peran pendamping desa kalau seperti itu? Mereka (pihak desa) mengelola uang negara yang notabenenya duit rakyat, jadi harus tranparan,” tegasnya.

Hingga berita ini dimuat, belum ada tanggapan Kepala Desa (Kades) Palasari, Encep Nurdin terkait pembangunan jalan lingkungan di wilayah

Dikonfirmasi, Kepala Desa Palasari, Encep Nurdin tidak berada ditempat. Sementara itu, Ketua LPM Desa Palasari, Ade Suhendar membenarkan tidak adanya transparasi pengelolaan keuangan dari pihak pemerintah desa, bahkan ia menegaskan yang mengelola pengerjaan jalan tersebut adalah orang tua kepala desa bukan TPK ataupun lembaga desa.

” Selama ini kami tidak pernah dilibatkan dalam pembangunan apapun, dan yang mengerjakan proyek itu kan orang tua Kades yakni H Dae,” tandasnya.(rifai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here