Gawat,Takaran Beras Raskin Makin Menyusut

123
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Sejumlah warga penerima bantuan beras raskin (Raskin) yang kini berganti nama menjadi beras untuk keluarga sejahtera (Rasta) di beberapa desa yang ada di Kabupaten Bogor, mempertanyakan takaran beras yang diterima karena menyusut hingga 1 kilogram setiap karungnya. Selain soal takaran, mereka juga meminta ada perbaikan kualitas beras oleh Bulog.

” Takaran beras berkurang. Harusnya kan 15kilogram, tapi saat ditimbang ulang hanya 14kilogram,” ujar Supendi (55) warga Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong.

Ia juga mengeluhkan kualitas beras bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah itu agar lebih diperhatikan oleh Bulog. Karena, sebagian besar masyarakat di pedesaan yang kurang mampu merasa terbantu dengan program Raskin ditengah mahalnya harga beras dipasaran.

” Kualitasnya juga perlu lebih ditingkatkan agar layak dikonsumsi. Program Raskin sangat membantu kami sebagai warga miskin, jadi harus ditingkatkan baik dari segi kualitas maupun takarannya,” imbuh dia.

Berkurang takaran beras Raskin, juga dikeluhkan warga penerima di Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk. Yadi (45) warga Kampung Geblug RT04/01 mengatakan, setiap menerima bantuan Raskin takaran setiap karungnya kerap berkurang hingga 1kilogram lebih.

“Saya menduga, susutnya timbangan Raskin gara-gara beras yang sudah dikemas dalam karungan itu sering ditusuk oleh gancu beras (alat pengecek beras). Karena, terlihat jelas karungnya banyak bekas tusukan atau mungkin saja ada permainan timbangan dari gudang bulog,” ujarnya.

Menurutnya, penyusutan isi Raskin pada karung 15 Kg sudah lama terjadi. Walaupun tidak semua karung yang mengalami penyusutan tapi tetap saja ini merupakan sebuah kejahatan yang harus ditindak lanjuti oleh aparat penegak hukum, apakah ada faktor kesengajaan atau kelalaian.

“Kami berharap, kedepan tidak ada lagi Raskin yang takarannya menyusut,” pintanya.

Kepala Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Iwan Sopwan Zaqqi, membenarkan adanya keluhan soal menyusutnya tarakan beras Raskin dari warga penerima dan meminta Bulog serta intansi terkait melakukan pengawasan lebih maksimal dalam pendistribusiannya. Berkurannya takaran, kata dia lagi, dapat berimbas munculnya asumsi negatif dari masyarakat.

” Hal ini harus menjadi perhatian serius Bulog, karena berkurangnya takaran beras Raskin merugikan masyarakat penerima dan juga pemerintah desa. Pengawasan harus diperketat, baik saat mengangkut dari gudang Bulog maupun saat diperjalanan menuju desa-desa,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here