Bima Arya : Kasus Pencabulan Bukan Ranah Pemerintah Kota

1299
0
SHARE

Nyaris 3 Bulan, Kasus Pencabulan Di TK Negeri Mexindo Tak Kunjung Usai

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Sudah hampir 3 bulan berlalu, QS (inisial) anak berumur 4 tahun yang menjadi korban pencabulan di TK Negeri Mexindo (Mexico – Indonesia) masih belum mendapat kejelasan hukum.

Diketahui QS telah dicabuli oleh Terlapor U (inisial) seorang oknum PNS penjaga sekolah TK Negeri Mexindo.

Hal tersebut tercantum dalam surat Laporan Polisi (LP) yang dilaporkan oleh MF selaku orang tua korban pada 12 Mei 2017.

Dalam laporannya, MF memberikan beberapa bukti berupa video pernyataan korban yang menunjuk bahwa U adalah pelakunya, bukti visum, dan foto darah pada alat kelamin korban.

Namun hingga kini (30/07) korban masih belum mendapatkan kejelasan hukum, dan terlapor U masih beraktifitas seperti biasa.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa kasus pencabulan bukanlah ranahnya Pemerintah Kota.

“Itu sudah di kepolisian, itu kan bukan ranahnya pemerintah kota, tanyakan saja langsung ke kepolisian, kewenangan ada disana”, ujarnya kepada bharatanews (30/07)

Bima arya juga mengatakan bahwa ada keganjilan dalam kasus tersebut.

“Saya mendorong untuk KPAI bekerjasama dengan kepolisian untuk seger menuntaskan kasus ini. Saya juha mendapat laporan dari kepolisian, bahwa ada hal yang ganjil dalam kasus ini sehingga perlu didalami lebih jauh lagi”, tandasnya.

Ditempat terpisah, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kompol Ahmad Choirudin mengatakan kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan saksi – saksi.

“Masih dalam pemeriksaan, sekarang lagi mau diperiksa saksi dari dokter pada saat sebelum kejadian”, pungkasnya (27/07). (jat)

Berita Terkait Pencabulan DI TK negeri Mexindo (Mexico – Indonesia) :

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here