Polsek Dramaga Polres Bogor Amankan Pengedar Sediaan Farmasi Tak Berizin

221
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Polsek Dramaga Polres Bogor berhasil mengamankan seorang pelaku pengedar sediaan farmasi yang tidak dilengkapi dengan dokumen izin edar.

Polsek Dramaga mengamankan barang bukti obat daftar G yang harusnya dikeluarkan dengan resep dokter dengan jenis Tramadol sebanyak 2 toples besar yang berisikan 1.389 butir.

Hal ini diawali dengan keresahan masyarakat desa Petir terkait adanya salah Seorang warga yang tinggal di sebuah kontrakan di kampung petir Kecamatan Dramaga yang dicurigai sebagai pengedar obat Tramadol.

Selanjutnya pada hari Kamis tanggal 20 Juli 2017 masyarakat desa Petir bersama Kepala Desa dan Kanit Reskrim dan bhabinkamtibmas mendatangi dan mengamankan pelaku dari kontrakan serta menyita barang bukti yang dimiliki oleh pelaku.

Masyarakat Desa Petir sangat resah terkait adanya pengedar obat Tramadol tersebut karena khawatir anak – anaknya menjadi Korban dan Ketergantungan dengan Obat Ilegal tersebut.

Tramadol merupakan obat yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit yang sedang hingga cukup parah. Tramadol juga mirip dengan analgesik narkotika yang bekerja di otak untuk mengubah Bagaimana tubuh penggunanya merasakan dan merespon rasa sakit.

Tsk M.R tempat dan tanggal Bogor 05 05 1995 Alamat Kp.Petir lebak RT 01/06 Desa Petir Kec.Dramaga
Polsek Dramaga mengamankan barang bukti obat daftar G yang harusnya dikeluarkan dengan resep dokter dengan jenis Tramadol sebanyak 2 toples besar yang berisikan 1.389 butir.

Hal ini diawali dengan keresahan masyarakat desa Petir terkait adanya salah Seorang warga yang tinggal di sebuah kontrakan di kampung petir Kecamatan Dramaga yang dicurigai sebagai pengedar obat Tramadol.

Selanjutnya pada hari Kamis tanggal 20 Juli 2017 masyarakat desa Petir bersama Kepala Desa dan Kanit Reskrim dan bhabinkamtibmas mendatangi dan mengamankan pelaku dari kontrakan serta menyita barang bukti yang dimiliki oleh pelaku.

Masyarakat Desa Petir sangat resah terkait adanya pengedar obat Tramadol tersebut karena khawatir anak – anaknya menjadi Korban dan Ketergantungan dengan Obat Ilegal tersebut.

Tramadol merupakan obat yang berfungsi untuk mengurangi rasa sakit yang sedang hingga cukup parah. Tramadol juga mirip dengan analgesik narkotika yang bekerja di otak untuk mengubah Bagaimana tubuh penggunanya merasakan dan merespon rasa sakit.

Pelaku dijerat dengan pasal 196 jo 197 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here