Dewan Temukan Segudang Masalah di PT TSP

259
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Anggota Komisi I dan IV DPRD Kabupaten Bogor menemukan segudang permasalahan di PT Tirta Sukses Perkasa sebuah perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan merk Club berlokasi di Jalan Kolonel Bustomi Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk. Hal itu ditegaskan Ketua Komisi I DPRD Kukuh Sri Widodo usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan tersebut, Kamis (20/07/2017).

” Perusahaan ini banyak masalah. Selain soal tenaga kerja, IMB juga persoalan lain, kami akan merekomendasikan kepada pemerintah Kabupaten Bogor melalui dinas terkait untuk dikaji ulang perizinan yang sudah diberikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, dari hasil kunjungan diketahui beberapa bangunan di PT TSP belum memiliki IMB dan melanggar garis sepadan sungai. Karena itu, kata dia, maka Satpol PP melakukan penyegelan terhadap beberapa bangunan.

” Masalah lain, tinggi pintu gerbangnya juga tidak sesuai peraturan. Yang lebih parah lagi, didalam kemasan air merk Club diproduksi di Cianjur tapi pada kenyataannya kan di Bogor,” kesalnya.

Lemahnya pengawasan, sambung Kukuh, membuat para pengusaha makin leluasa melanggar aturan yang telah ditetapkan. Sehingga, kedepannya harus dilakukan pengawasan lebih maksimal dari dinas terkait agar segudang permasalahan di PT TSP tidak terjadi di perusahan-perusahaan lain.

” Harus diawasi, karena jelas perusahaan ini melakukan berbagai pelanggaran. Bila diperlukan, Pemerintah Kabupaten Bogor menutup atau menghentikan semua aktivitas disini,” imbuhnya.

Pantauan dilokasi, kegiatan sidak para wakil rakyat itupun menarik perhatian sejumlah warga yang mengaku korban PHK masal beberapa bulan lalu tanpa diberikan pesangon oleh pihak perusahaan. Bahkan, mereka mendesak anggota DPRD Kabupaten Bogor membentuk pansus guna memperjuangkan nasib mereka dan menindak managemen PT TSP.

” Kami di PHK secara sepihak tanpa diberikan pesangon, pihak managemen membuat aturan sendiri dalam tanpa memperdulikan nasib karyawan. Harusnya dibuat pansus dan PT TSP di tutup,” tegas salah seorang perwakilan warga Adi (27) dihadapan para anggota Komisi I dan IV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here