Rumah Potong Hewan Di Kampung Bubulak Bogor Diduga Cemari Lingkungan

81
0
SHARE

LAPORAN : HERI SUPENDI

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Keberadaan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Jalan KH. Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor, dikeluhkan oleh warga, khususnya warga Bubulak. Pasalnya, keberadaan RPH itu, sudah sangat mengganggu karena aroma bau tak sedap juga tercemarnya kali Cisadane oleh kotoran yang di duga berasal dari tempat tersebut.

Dengan tercemarnya lingkungan warga sudah tidak dapat lagi mengunakan air kali cisadane, tak tahu harus kemana lagi untuk menyampaikan keluhannya tersebut, sudah seringkali melaporkan namun masih saja terulang dan berulang hingga sekarang.

Seperti diungkapkan Warga Bubulak, Nonon (45) yang mengatakan, pihaknya sudah sering mengadu kepada aparatur pemerintah setempat, mulai dari ketua RT, RW bahkan ketingkat Kelurahan hingga Kecamatan, akan tetapi selalu saja terulang dan berulang

“RPH yang ada disini sebetulnya bukan hanya pemotongan hewan sapi aja, tapi kambing dan ayam juga ada. Yang kami sayangkan kenpa masih ada limbahnya terbuang ke sungai Cisadane,sehingga kami tidak dapat menggunakan kali cisadane sebagai sumber air alternatif yang ke dua disaat kemarau datang soalnya air sungai sdh tercemar oleh kotoran ( darah ) dan baunya pun sampai ke pemukiman warga,” tuturnya saat ditemui Bharatanews disekitar RPH, Jumat (14/7/2017).

Pria yang berprofesi pengangkut batu disekitar Cisadane itu menjelaskan, aktivitas pemotongan hewan di RPH itu biasanya dilakukan pada dinihari atau tepatnya setiap pukul 03.00 WIB. Setelah itu,sisa kotoran dan darahnya masi saja yg terbuang kesungai.

“Kalau pemotongannya sih setiap malam mas, setiap jam 3 subuh. Kemudian, kotoran sama darahnya dibuang kesini (Cisadane, red) lewat saluran yang mereka buat. Apalagi kalau musim panas kaya gini, bekasnya masih ada tuh di gorong-gorong pembuangan sampai rumput disekitar Cisadane,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Nonon, tahun 90an air Cisadane masih bersih dan enak dipandang, sehingga banyak warga menggunakan air tersebut untuk mandi dan cuci pakaian. Tapi, sekarang sudah tak lagi digunakan, karena sudah tercemar dengan adanya RPH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here