Kasus Pencabulan Anak Berlarut Hingga 2 Bulan, Komnas Perlindungan Anak Indonesia Datangi Kapolresta Bogor

265
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Kasus pencabulan yang menimpa QS (inisial) bocah berumur 4 tahun, warga Pacasan, Kota Bogor telah berlarut hingga 2 bulan setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bogor.

Kasus pencabulan tersebut diduga dilakukan oleh U (inisial) yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja sebagai penjaga Sekolah di satu – satunya TK negeri yang ada di Kota Bogor, yakni TK Mexindo.

Melihat kasus pencabulan yang dialami oleh QS tidak juga terselesaikan dan berlarut hingga 2 bulan, Komnas Perlindungan Anak Indonesia bersama Ibunda Korban akhirnya mendatangi Kapolresta Bogor.

Bima Sena Kepala Satgas Komnas Perlindungan Anak mengatakan dirinya mendatangi Kapolresta Bogor guna menanyakan hasil dari perkembangan kasus yang dialami oleh QS.

Bima memaparkan kasus kejahatan kepada anak adalah kejahatan yang luar biasa, kasus tersebut sejajar dengan terorisme, narkotika dan korupsi.

“Ini adalah kasus luar biasa, Undang – Undang mengatur dengan ancaman hukuman seumur hidup, hukum mati atau kebiri”, paparnya kepada bharatanews.

Bima mengatakan kasus tersebut berlarut hingga dua bulan dikarenakan proses masih dalam lidik tim penyidik sehingga Kapolresta belum mengetahui kasus tersebut.

“Penyidik seharusnya punya semangat yang luar biasa, karena ini adalah kejahatan luar biasa. Dan Kapolres juga cukup kaget sudah 2 bulan tapi kasus belum ada perkembangan”, tuturnya.

Selain itu, Imaculata Umiyati yang juga tim dari Komnas Perlindungan Anak  Indonesia menambahkan kasus pencabulan tersebut telah mendapat titik terang ketika tim dari Komnas Perlindungan Anak bertemu dengan Kombes Pol Ulung J Sampurna selaku Kapolresta Bogor.

Dirinya mengaku sangat berapresiasi kepada Kapolresta karena Kapolresta memiliki visi dan misi yang sama dengan Komnas Perlindungan Anak terhadap kasus kejahatan seksual terhadap anak.

“Kapolres luar biasa, kami sangat berapresiasi kepada pak Kapolres karena memiliki visi dan misi yang dengan kami. Setelah kita sedikit gelar perkara, Pak Kapolres menjanjikan dalam waktu dekat proses status penyidikan akan meningkat”, ujarnya.

Ditempat terpisah, Kombes Pol Kapolresta Bogor Ulung J Sampurna memberikan tanggapan mengenai kasus pencabulan tersebut.

Dirinya mengatakan kasus tersebut berlarut sampai dua bulan karena tersangka tidak mengakui, saksi dari guru TK Negeri mexindo memberikan keterangan bahwa saat kejadian terlapor tidak ada ditempat.

“Mereka juga gamau jadi saksi, tersangka juga tidak mengakui makanya sekarang akan diperdalqm lagi dan sekarang masih dalam penyelidikan”, tuturnya.

Ulung juga mengatakan bukti yang dimiliki keluarga korban berupa foto san video keterangan dari korban tidak bisa dijadikan bukti.

“Video itu hanya petunjuk, tidak bisa dijadikan barang bukti”, jelasnya.

Ulung menambahkan tidak ada kesulitan menangani kasus tersebut walaupun terlapor adalah PNS yang bekerja di satu satunya TK yang berstatus Negeri di Kota Bogor.

“Tidak ada kesulitan, kita tidak melihat siapa sekolahnya. Kita melihat bukti hukumnya. Jika dia terbukti bersalah, kita pasti akan tindak. Paling lambat 2 minggu lagi sudah akan ada kabar selanjutnya dalam penyidikan”, tandasnya.

 

Berita Terkait Pencabulan DI TK negeri Mexindo (Mexico – Indonesia) :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here