30 Tahun Terkubur, Jenazah Di Kampung Manggis Dramaga Masih Utuh

247
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Pemindahan makam di Desa Dramaga untuk pembangunan Jalan Lingkar Dramaga dikejutkan dengan penampakan enam jenazah yang jasadnya masih utuh. Padahal, kuburan itu sudah berusia 30 tahun.

Proyek Jalan Lingkar Dramaga (JLD) kembali dilanjutkan. Proses pembebasan lahan pun digeber, termasuk pemindahan makam umum di Kampung Manggis, RT 03/04, Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Warga yang ikut dalam relokasi ini pun dikejutkan dengan enam jenazah yang jasadnya masih utuh meski sudah dikubur 30 tahun, Selasa (11/07/2017).

Warga dan tim penggali makam dikejutkan oleh enam jenazah yang kondisinya masih lengkap meski telah dikubur puluhan tahun. Bahkan, kain kafan yang membungkus jasadnya pun masih tampak baru.

Mereka adalah Mbah Rojak, Mbak Mukri, Iyos, Isah, Cacih dan Nami. Saat tanah makam digali, warga kaget bukan kepalang melihat tak ada bagian tubuhnya yang hilang.

Koordinator Lapangan Fatah (43) menuturkan, jenazah itu terdiri dari empat orang dewasa dan dua anak kecil yang merupakan warga asli Dramaga. Sebelum melakukan pemindahan makam, pemerintah desa (pemdes) bersama ahli waris makam bermusyawarah.

Akhirnya mereka bersedia makam keluarganya dipindahkan ke Kampung Tanjakan, RW 05, seluas 1.200 meter yang dibeli pemerintah daerah (pemda).

Rencananya pemindahan makam ini untuk kepentingan akses JLD sepanjang enam kilometer yang melintasi Desa Ciherang, Dramaga dan Babakan. “Kita akan pindahkan 130 makam ke Kampung Tanjakan, RW 03,“ ujar Fatah.

Menurut pengakuan tokoh masyarakat, keenam jenazah itu merupakan orang-orang istimewa di mata Allah. Seperti Mbah Mukri (70), warga Kampung Manggis, RT 02/04.

masa hidupnya ia dikenal sebagai guru ngaji. Berkat jasanya itu, banyak warga yang sekarang jadi ustadz dan pandai baca Alquran. “Setiap sore, anak-anak diajarkan mengaji di rumahnya.

Itu pun tanpa dipungut biaya. Masih utuhnya kain kafan dan tubuh keenam jenazah, merupakan bukti kekuasaan Allah atas amal perbuatan saat di dunia,” jelasnya.

Sekdes Dramaga Solah menambahkan, sebelum dilakukan penggalian makam, pemdes bersama camat dan para ahli waris melakukan tahlilan bersama. Itu bertujuan agar proses pemindahan makam bisa berjalan lancar tanpa kendala.

Di hari pertama penggalian, tim yang terdiri dari 35 orang berhasil memindahkan 13 makam. Sedangkan hari kedua ada 20 makam. “Selama dua hari, baru 33 makam yang dipindahkan. Diharapkan pemindahan makam bisa berjalan tepat waktu,” tuturnya.

Terpisah, Camat Dramaga Baehaki menuturkan, pemindahan makam warga seluas 423 meter ke Kampung Tanjakan itu karena lahan tersebut bakal dilewati akses JLD sepanjang enam kilometer dengan lebar 15 yang melintasi Desa Ciherang, Dramaga dan terakhir Desa Babakan.

“Lahan seluas 423 meter digunakan pemda untuk kepentingan jalan dan pemda membelikan tanah seluas 1.125 meter. Tidak hanya lahan, biaya pemindahan jenazah juga ditanggung pemda,” jelasnya.

Diharapkan rampungnya pembebasan lahan yang akan digunakan untuk JLD di tiga desa, pemerintah segera menentukan pemenang lelang proyek jalannya. Sehingga, pembangunan jalan yang digadang-gadang sejak sepuluh tahun bisa terealisasi.

“Kita harap proses lelang bisa cepat tanpa ada muatan intrik. Sebab, banyak masyarakat yang dirugikan akibat molornya pembangunan JLD,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here