Pelayanan Kurang, Pasien Mengalami Kelumpuhan

115
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Diduga akibat pelayanan rumah sakit yang kurang baik, pasien (HG) mengalami paralisis (kelumpuhan) yang di awali oleh pendarahan di sekitar anus , konon penanganan dari beberapa Rumah Sakit lambat dan Fasilitas penunjang medis pun tidak memadai.

HG salah satu dari warga Desa Dramaga Rt 3 Rw 6 mengalami selama bulan Ramadan , pasien tersebut sudah 3 kali melakukan pengobatan di klinik , namun di hari raya lebaran pasien tersebut mengalami pendarahan yang cukup serius di rettum (anus).

lalu pihak keluarga membawa HG ke puskesmas, dikarenakan puskesmas terdekat tidak bisa menangani pasien tersebut maka pihak keluarga memutuskan membawa HG ke RS Karya Bhakti Pratiwi yang beralamat di Jl. Raya Dramaga KM 7.
Setelah di tangani di IGD Rumah Sakit Karya Bakti Pratiwi, Dokter jaga yang mendiagnosa penyakit pasien menerangkan ” kalau pun harus di rawat harus di isolasi” di kutip dari keterangan keluarga pasien.

alih-alih pihak Rumah sakit Karya bakti Pratiwi menganjurkan kepada keluarga pasien untuk di rujuk ke rumah sakit lain agar mendapatkan pertolongan lebih lanjut, pasalnya dokter di rumah sakit Karya bakti pratiwi sedang menjalankan liburan pada saat itu.

kemudian dengan membawa surat rukujukan ke Rumah sakit Medika, pasien tersebut langsung di bawa ke IGD Rumah Sakit Medika untuk di lakukan Check lab dan rontgen setelah itu pasien tersebut di pindahkan ke kamar perawatan kelas 3 untuk menjalankan perwatan,
berselang setelah di rawat 2 hari pasien tersebut sempat mengalami pendarahan cukup banyak, dari hasil diagnosa dokter Rumah Sakit Medika, pasien mengalami infeksi pada usus dan harus di lakukan penanganan lebih lanjut, selang beberapa waktu disaat pasien menjalani perawatan pasen mendadak terserang badan mati rasa sebelah yg sebelah kiri.

Untuk mendiagnosis penyakit tersebut pihak Rumah Sakit Medika berkonsultasi dengan ahli syaraf dan menerangkan kepada keluarga pasien bahwa pasien harus di lakukan ctscan.

namun dari pihak RS menerangkan kepada keluarga pasien bahwa “alat ctscann di kita lagi rusak”terang keluarga korban kepada bharatanews.

Dikarenakan fasilitas Rumah Sakit medika tidak memadai, akhirnya pihak Rumah Sakit Medika pun merujuk pasien ke Rumah Sakit Karya Bakti Pratiwi untuk di lakuan proses ctscann, dengan mengeluarkan 900ribu rupiah akhirnya pasien pun bisa melakukan ctscann di rumah sakit tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here