IPW Ingatkan Polri Untuk Lebih Waspada

86
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Indonesia Police Watch (IPW) meminta agar jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Porli) untuk lebih bersiaga dan waspada. Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, insiden serangan teroris di Mapolda Sumut menjadi sebuah keprihatinan atas profesionalisme Polri dan sekaligus menunjukan bahwa para pelaku teror semakin nekat.

” Dengan senjata seadanya, mereka nekat menyerang polisi bersenjata lengkap yang sedang bertugas di markas kepolisian,” ujar Neta, Senin (26/06/2017)

Ia juga menambahkan, pasca serangan bom di Kampung Melayu Jakarta Timur, para teroris ternyata makin super nekat. Keberhasilnya membunuh tiga polisi dan melukai dua polisi lainnya di Kampung Melayu sepertinya menjadi inspirasi bagi para teroris untuk meningkatkan serang ke jajaran Polri.

” Terbukti, di Hari Raya Idul Fitri, di saat masyarakat bergembira dalam silaturahmi, para teroris melakukan serangan ke Polda Sumut. Hanya dengan senjata seadanya, yakni sebilah pisau. Ironisnya, mereka berhasil membunuh seorang polisi,” tambahnya.

Kasus ini, kata dia lagi, tentunya menjadi catatan buruk bagi Polri menjelang Hari Bhayangkara 2017. Dari kasus ini, publik jelas merasa prihatin karena anggota polisi ternyata tidak bisa melindungi dirinya sendiri, saat diserang pelaku kejahatan di markasnya sendiri.

” Lalu bagaimana polisi bisa melindungi orang lain atau masyarakat dari serangan pelaku kejahatan,” imbuhnya.

Untuk itu, Neta menegaskan Polri musti lebih siaga dan waspada, karena hanya dengan senjata seadanya mereka (pelaku teror,red) bisa membunuh seorang polisi. Sehingga dikhawatirkan, kasus serangan teror di Polda Sumut akan menjadi inspirasi bagi para teroris untuk terus menerus meningkatkan serangan dan sekaligus menjadi motivasi bagi kader – kadernya bahwa hanya dengan sebilah pisau ternyata bisa membunuh polisi.

“Dari kasus ini para teroris bisa pula menyimpulkan, untuk melumpuhkan polisi tidak perlu lagi menggunakan bom. Cukup sebilah pisau. Sebab jajaran polisi tidak terlatih, tidak responsif, dan terlalu mudah untuk dilumpuhkan,” ungkapnya.

Belajar dari kasus Polda Sumut, Sambung Neta, Polri perlu mengimbau jajarannya untuk bersikap senantiasa waspada dan meningkatkan kepekaan serta selalu terlatih menghadapi berbagai situasi sehingga anggota polisi tidak menjadi bulan bulan teroris atau pelaku kejahatan lainnya.

” Bagaimana pun, jika ada polisi terbunuh oleh pelaku kejahatan tentu akan menjadi keprihatinan tersendiri bagi publik dan sekaligus menjadi kecemasan terhadap profesionalisme  sistem keamanan. Apalagi saat ini di saat isu ISIS merebak secara internasional dan terjadi serangan di Marawi, aksi aksi terorisme terus berkecamuk di Indonesia, tentunya akan menjadi kecemasan tersendiri bagi masyarakat. Sepertinya, ini menjadi tantangan serius bagi Polri menjelang Hari Bhayangkara 2017 dan publik selalu berharap Polri senantiasa bersikap profesional, baik dalam melindungi masyarakat maupun melindungi dirinya sendiri,” tandasnya. (Rif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here