Pasar Anyar Macet, Bima Arya Tertibkan PKL

50
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Dua pekan menjelang hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah tahun 2017, kondisi Pasar Anyar Kota Bogor tepatnya di Jalan MA Salmun, Jalan Dewi Sartika dan Jalan Nyi Raja Permas kembali terlihat semrawut dan dikeluhkan warga. Untuk merespons hal tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya secara langsung turun menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir kendaraan bermotor yang sembarangan.

“Saat Ramadhan tiba saya sering menerima keluhan dari warga tentang kondisi Pasar Anyar yang macetnya luar biasa, bahkan warga bisa tertahan satu sampai dua jam bila melintasinya,” kata Bima saat melakukan Sidak PKL di Pasar Anyar Selasa (13/6).

Ditegaskan Bima, ia tidak melarang pedagang untuk mencari rejeki. Namun berbeda halnya jika membuat sulit warga lainnya, mengganggu ketertiban dan menyebabkan kesemrawutan sehingga berdampak kemacetan sampai berjam-jam akan ditertibkan.

“Ini adalah masalah sehingga perlu diambil tindakan tegas,” kata Bima.

Dia mengaku telah memerintahkan Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor untuk melakukan penertiban terhadap para PKL dimulai dari malam hari hingga pagi hari. Pada intinya kata Bima pedagang tidak boleh berjualan hingga memakan badan jalan (trotoar).

“Ke depan saya perintahkan agar kawasan ini disisir terus dan dimonitor setiap hari. Dibandingkan kawasan lain, kawasan jalan MA Salmun, Simpang Pohon Asem dekat kantor PGN, jalan Dewi Sartika dan Pasar Kebon Kembang jika sudah macet akan menyebar kemana-mana. Saya akan lebih sering datang kesini dan setiap hari saya akan kontrol,” tegas Bima.

Sejak diberlakukannya jalur Sistem Satu Arah (SSA) menurut Bima, kawasan Pasar Anyar menjadi salah satu jalur alternatif. Diperlukan penataan jangka panjang bagi para pedagang yang berada di Pasar Anyar yang akan dipindahkan ke dalam Blok F Pasar Kebon Kembang.

“Sesuai kesepakatan para PKL harus pindah ke dalam Blok F Pasar Kebon Kembang. Saya tidak akan bosan-bosannya menertibkan para PKL dan ini memerlukan stamina serta konsistensi yang berkesinambungan,” tegas Bima.

Sementara salah satu pedagang Slamet (33) mengaku menyadari bahwasanya dirinya melanggar telah berjualan perabotan dapur di badan jalan. Namun ia bersikukuh agar meminta dispensasi untuk berjualan karena momen Lebaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here