Warteg Nakal Di Dramaga Abaikan Himbauan Bupati

158
1
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Tidak sedikit rumah makan warung tegal atau yang biasa kita kenal dengan sebutan ‘warteg’ tidak memperdulikan himbauan Bupati yang mengatakan :

“Bagi para pemilik atau pengelola restoran / rumah makan / warung di himbau untuk tidak melaksanakan usaha atau membuka usahanya mulai pagi hari, sjang hari dan dapat berjualan mulai pukul 16.00 s/d 21.00 WIB”.

Himbauan tersebut di buat dalam rangka menjaga ketentraman dan ketertiban umum khusus kehidmatan umat Muslim dalam menjalankan ibadah Puasanya.

Seperti halnya Salah satu warteg yang berada disamping masjid di Desa dramaga Kecamatan Dramaga. Warteg tersebut mendapat teguran oleh satpol pp kecamatan dramaga karena kedapatan membuka warung makannya pada siang hari.

Nining, Pemilik warteg menuturkan, “saya sudah dapat teguran dari pol pp, saya hanya melayani pesanan konsumen saja dan tidak melayani tamu yang makan di warungnya dan konsumen yang datang berbelanja lebih banyak ibu – ibu yang sedang berhalangan dan malas untuk memasak”

Satpol PP semestinya bertindak tegas sesaui dgn SK Bupati dan PERDA apalagi letak warung makan tersebut sangat berdekatan sekali dengan masjid, sehingga dapat mengganggu masyarakat muslim yg sedang khusuk beribadah di dalam masjid.

Rudi Sumantri Satpol PP Dramaga mengatakan bahwa di semua warung makan suda ditempelkan surat edaran dari bupati, khususnya warung makan yang berada di samping masjid Al-Malik, suda mendapat teguran 2 kali,dan warung tersebut tetap membandel.

“Kami sudah menginformasikan ke semua pelaku bisnis rumah/warung makan melalui Kades atau staf bahkan kami pun menempelkan langsung di tempat mereka beraktifitas. Surat edaran bupati pun ia copot dan sudah sy tegur, eh malah buka terang rerangan, saya akan berkordinasi dengan kanit dan tidak menutup kemungkinan dengan camat dan polsek terkait kasus yg satu ini, soalnya tidak sedikit yg komplain bahkan ada yg langsung sms ke saya”, tuturnya kepada bharatanews.

Seharusnya sesama masyarakat atau warga negara saling menghargai dan menghormati, karena indonesia hakakekatnya terlahir dari keragaman Suku, Budaya, Ras, dan Agama yang berlandaskan UUD 45 berlambangkan Pancasila. (Heri)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here