Tak Efektif, Rerouting Angkot di Bogor Kembali Menuai Protes

78
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Setelah lebih dari dua bulan diluncurkan, program penataan ulang rute trayek atau rerouting angkutan kota (angkot) di Kota Bogor ternyata belum sepenuhnya efektif. Kondisi ini terjadi karena belum semua masyarakat memahami program yang bertujuan untuk mengatasi kemacetan di pusat kota itu.

Bahkan, menurut Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor Muhammad Ischak AR bukan hanya masyarakat, tapi masih banyak sopir angkot yang belum siap mengikuti program rerouting.

“Karena masih banyak sopir yang merasa ketakutan penghasilannya berkurang dengan adanya trayek baru. Khususnya sopir-sopir yang belum bergabung dengan koperasi atau berbadan hukum, karena tak ada jaminan dari Pemkot,” jelasnya kepada wartawan, Senin (15/5/2017).

Sehingga, lanjut dia, wajar saja, sejak pertamakali dilaunching pada Maret lalu, program rerouting tak efektif mengatasi kemacetan. Menurutnya ada dua trayek yang menjadi perhatian, salah satunya Bubulak-Ciawi.

“Di mana trayek tersebut akan mempunyai dua jalur, yang pertama jalur lewat Baranangsiang dan lewat jalur Lawanggintung. Sedangkan untuk sejumlah feeder yang lainnya dilakukan bertahap dan tidak langsung semua berubah,” katanya.

Pihak meminta Pemkot Bogor melalui Dinas Perhubungan agar pemberlakuan rerouting berjalan efektif, seluruh sopir angkot diajak apel bersama diberikan pengarahan.

“Saya minta Dishub agar mengarahkan sopir angkot dalam trayek barunya serta mendampingi para sopir. Tak hanya itu, Dishub agar Lebih gencar melakukan sosialisasi, sehingga masyarakat tidak kebingungan dan sopir tidak sepi penumpang,” jelasnya.

Tak hanya para sopir, kritik juga datang dari kalangan masyarakat yang dilintasi trayek baru. Eko Pandu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Margajaya, Bogor Barat, Kota Bogor menegaskan seharusnya pemerintah melakukan sosialisasi ke setiap sudut kota agar masyarakat pengguna angkot dapat mengetahui angkot yang akan ia gunakan.

“Pemerintah jangan hanya sosialisasi lewat medsos dan media saja, tapi juga harus gencar ke lapangan, khususnya ke masyarakat yang jalurnya dilintasi trayek baru yang terkena rerouting angkot. Karena nggak semua pengguna angkot menggunakan medsos, seperti Ibu-ibu yang memang mayoritas pengguna angkot,” tegasnya.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor Jimmy Hutapea berjanji lebih gencar lagi. melakukan sosialisasi kepada para sopir dan masyaratak sehingga program rerouting dalam berjalan sesuai harapan.

“Mulai hari ini kita akan mencoba efektifkan program rerouting sesuai konsep awal. Kalau selama dua bulan lalu sejak diuncurkan kurang efektif karena memang berlaku sepenuhnya terhadap 30 trayek,” katanya.

Selain itu, pihaknya berdalih, dalam dua bulan terakhir ini Dishub disibukan dengan pemasangan stiker trayek baru. Jimmy juga mengakui untuk pemasangan stiker angkot sudah mencapai tahap finishing yaitu mencapai 80 persen. Angkot yang belum terpasang stiker sebanyak 20 persen, yaitu kebanyakan trayek 02 dan 03. Dishub pun berjanji melanjutkan pemasangam stiker hingga tuntas.

“Pemasangan stiker memang memakan waktu lama karena dilakukan bertahap, mengingat keterbatasan personel pengawasan dan pengendalian dari kami,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here