Sikap Intoleran Jangan Dibiarkan Bisa Berkembang

66
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Sikap intoleransi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat akhir-akhir ini tak bisa dibiarkan. Negara harus hadir untuk menjaga dan melindungi semua hak warga negara tanpa terkecuali.

“Negara harus hadir dalam menjaga Pancasila dan menindak tegas kelompok-kelompok radikal dan intoleran yang bertentangan dengan Pancasila serta meresahkan warga negara yang lain,” ungkap Ketua Umum TMP, Maruarar Sirait, sela-sela Kirab Kebangsaan TMP di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor (Minggu, 14/5).

Maruarar menegaskan, dalam mengatasi persoalan ini pemerintah tak bisa berjalan sendirian. Semua elemen bangsa yang Pacasialis harus bersatu padu dan membantu pemerintah dalam mengatasi kelompok radikal dan intoleran tersebut.

“Pemerintah dan kita semua harus bersuara. Sikap-sikap intoleran harus dilawan dan jangan dibiarkan terus berkembang,” tegasnya.

Acara Kirab Kebangsaan yang berlangsung di Stadion Pakansari ini dalam rangka menjaga Pancasila dengan tegas. Kegiatan itu melibatkan sekitar 26 organisasi yang selama ini konsen dalam merawat kebhinekaan. Diantarannya, GP Ansor, Basolia, Pemuda Pelopor, Karang Taruna, IPPNU, IPNU, BNNK, GMNI, Gema MA, PMKRI, KNPI, PSM, FP4GN, Damas, PMII, PIK-R, POBI, Sepmi, Isarah, FKPB, FPK, Purna-Paskibra, Ikapaskab, FKOKB, BKC dan Gerakan Pramuka.

“Kirab Kebangsaan ini dihadiri komunitas dan organisasi lintas agama, suku dan ras. Ini wujud komitmen kita dalam menjaga Pancasila,” politikus PDIP itu.

Kirab kebangsaan ini berlangsung sangat meriah. Sekitar 10.000 peserta berjalan kaki sekitar 2,5 KM dari Gedung Kesenian dan Olahraga Kabupaten Bogor menuju Stadion Pakansari Bogor.

Acara ini dimeriahkan dengan ragam penampilan dan ragam tarian Nusantara, mulai dari tarian Papua, Silat Sunda hingga Barongsai. Acara ini juga disertai dengan melukis warna-warni ke-Indonesia serta menampilkan produk UKM dan kuliner di Bogor.

Dalam pelaksanaannya Kirab Kebangsaan ini mendapat apresiasi masyarakat Bogor. Mereka menilai bahwa kirab ini merupakan upaya untuk mengingatkan kembali pentingnya Pancasila dalam kehidupan  berbangsa dan bernegara. Selain itu, menumbuhkembangkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat Bogor.

“Kami siap melawan kelompok tertentu yang akan mengganti pancasila dengan ideologi lain. Dan kami siap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Olis Listiyana (43).

Dia berterimakasih atas kepedulian TMP terhadap generasi muda yang ada di Bogor. Hal tersebut dibuktikan dengan memberikan tempat bagi  anak-anak muda untuk mengembangkan potensinya.

“TMP memberikan booths untuk komunitas seni, kuliner dan fashion. Ini lah bukti kepedulian kepada anak muda,” jelas perempuan asal Cisarua ini. (iil/JPG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here